Aparat Harus Menjamin Keamanan Transmigrasi di Poso

Menteri Marwan Jafar (Foto: Okezone)

Menteri Marwan Jafar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Peristiwa baku tembak antara jaringan Santoso yang menyebabkan satu polisi tewas di Poso, Sulawesi Tengah tidak menyurutkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar untuk melepas 114 transmigran di Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur ke wilayah rawan konflik tersebut.

“Saya akan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI, agar menjamin keamanan transmigran dalam pengawalan menuju kawasan transmigrasi di Desa Saembawalati, Poso. Jadi agar tetap tenang dan jangan mudah terhasut,” terang Marwan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (23/8/2015).

Marwan menambahkan, dari Poso menuju desa transmigrasi cukup jauh. Menurutnya, aparat keamanan juga akan sering melakukan patroli setiap saat ke daerah itu.

“Jadi tidak ada yang perlu diragukan lagi. Tekad harus lebih besar dibandingkan rasa takut, kalau ingin memperbaiki hidup,” ujarnya.

Kata dia, pemerintah sangat menghargai dan berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang ingin bertransmigrasi. Pemerintah juga sudah memikirkan solusi dan kebijakan yang harus dilakukan untuk menetapkan kawasan transmigrasi.

"Sehingga program tersebut akan banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Saya juga intruksikan, ada prosedur dalam penetapan kawasan persiapan transmigrasi,” ungkapnya.

Sebelumnya, masyarakat yang akan berangkat dibekali pelatihan selama 10 hari. Dari pembuatan pupuk organik, penjernihan air, pengelola pertanian, pengetahuan interaksi sosial masyarakat, kerohanian, dan ketahanan mental.

"Kita semua berharap perhatian pemerintah dan kesuksesan transmigran dapat menggugah dan memberikan semangat kepada calon transmigran lainnya untuk bersiap-siap berangkat menuju tanah harapan,” tandasnya.

Sekedar diketahui, pelepasan perdana transmigran beberapa waktu lalu, berjumlah 114 keluarga. Yang terdiri dari Jawa Timur sebanyak 10 keluarga atau 37 jiwa dan Jawa Barat sebanyak 15 keluarga atau 56 jiwa. Tahun 2015, terdata sebanyak 1.652 keluarga yang sudah bersiap mengikuti program transmigrasi. (awl)

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x