Prasetiya Mulya Cetak SDM Andal untuk Hadapi MEA

Foto: Ilustrasi (Shutterstock)

Foto: Ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA – Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi Prasetiya Mulya, Profesor Agus W Soehadi, Ph.D, menyatakan optimis sekolah tinggi yang dipimpinnya menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Dibanding sekolah bisnis sejenis di Tanah Air, Prasetiya Mulya bahkan paling siap berkiprah di era MEA. Hal tersebut lantaran lulusannya telah dibekali ilmu dan wawasan, serta praktik wiraswasta, menjadi pemimpin, atau peneliti bisnis yang kompetitif dan profesional," tuturnya, seperti disitat dari Antara, Selasa (15/3/2016).

Menurut Agus, MEA yang sudah berlaku sejak awal 2016 menuntut adanya kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dan berdaya saing. Sementara Prasetiya Mulya sudah sejak lama mempersiapkan SDM seperti itu.

Prasetiya Mulya, lanjutnya, bertujuan mendidik mahasiswanya agar dapat memberikan pengaruh bagi industri dan masyarakat dengan belajar cara mengelola bisnis dengan baik agar berhasil menciptakan produk-produk dengan kualitas yang lebih tinggi.

"Para mahasiswa kami juga belajar dari pengenalan terhadap pasar lokal dan regional, sehingga ketika lulus mereka sudah berdaya saing dan profesional," ujarnya.

Di kesempatan yang sama Customer Relations Director Prasetiya Mulya, Iwan Kahfi, mengungkapkan jumlah alumni Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya mencapai lebih dari 5.000 lulusan. Dari jumlah tersebut, 40 persen di antaranya menjadi direktur di berbagai perusahaan terkemuka, 10 sampai 15 persen bekerja di perusahaan multinasional, dan sisanya menjadi pengusaha.

Sedangkan Ketua Yayasan Prasetiya Mulya, Profesor Dr Djisman Simandjuntak, mengemukakan bahwa alumni Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya telah siap bersaing dengan alumni sekolah bisnis lainnya di dalam negeri, bahkan juga di negara-negara ASEAN.

"Tapi sebenarnya di dalam negeri sendiri kesempatan masih terbuka luas. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan MEA, apalagi orang Indonesia lebih senang bekerja di dalam negeri sendiri," ucap profesor di bidang ekonomi bisnis tersebut.

Sementara Ketua Pelaksana Pendirian Universitas Prasetiya Mulya, Profesor Djoko Wintoro, Ph.D, menambahkan bahwa saat ini terdapat tiga program yang dikelola Sekolah Bisnis dan Ekonomi Prasetiya Mulya yakni magister manajemen, sarjana manajemen, dan sarjana akuntansi.

Terkait akan diresmikannya Universitas Prasetiya Mulya pada 17 Maret 2016, perguruan tinggi itu akan membuka program studi software engineering, computer engineering, cultural tourism, food technology, energy engineering, business economics, product design engineering, dan international business law. (ira)

(rfa)
Live Streaming
Logo
breaking news x