Pesan Menristekdikti pada PTS Bonafide

Menristekdikti M Nasir. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

Menristekdikti M Nasir. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA - Kuliah di perguruan tinggi swasta (PTS) dianggap menghabiskan dana yang cukup besar. Tak heran, muncul banyak asumsi bahwa kampus swasta top dengan beragam fasilitas mewah hanya dapat dinikmati oleh kalangan menengah ke atas.

Guna menghilangkan anggapan tersebut, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam peresmian Universitas Prasetiya Mulya berpesan supaya kampus mau memperhatikan anak-anak yang kurang mampu dalam hal ekonomi. Menurut dia, jika para mahasiswa tersebut tidak dibantu, maka sulit untuk memutus rantai kemiskinan di Tanah Air.

"Di semua perguruan tinggi, pasti ada anak yang tak mampu secara ekonomi. Mereka ini selalu berteriak tidak punya dana untuk melanjutkan pendidikan," tuturnya di ICE Serpong, Tangerang, Kamis (17/3/2016).

Nasir memaparkan, perguruan tinggi harus memberi kesempatan bagi mahasiswa kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Sehingga, lanjut dia, memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, termasuk setiap kampus.

"Kehadiran universitas jangan sebagai bisnis semata. Tapi juga mampu melakukan inovasi dan kreasi untuk meningkatkan daya saing dalam menghadapi pasar persaingan global," ujarnya.

Menanggapi tantangan Menristekdikti itu, Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Prof Dr Djisman Simandjuntak menuturkan, telah menyiapkan dua jenis beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu di Prasetiya Mulya. Pertama, melalui beasiswa kompetitif dan kedua adalah beasiswa afirmasi.

"Kalau yang kompetitif tergantung pada prestasi mahasiswa. Mereka yang pintar bisa menikmati kuliah dengan biaya rendah sampai gratis. Sedangkan afirmasi action, yakni memberikan prioritas kepada mahasiswa dari Indonesia Timur. Kami dengan aktif mencari penerima beasiswa. Hal ini supaya tumbuh keragaman di Prasetiya Mulya," ucap Djisman.

Sedangkan Wakil Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Prof Dr Djoko Wintoro menambahkan, selama ini kampus juga terlibat dalam program bidikmisi. Adapun dana tersebut diberikan oleh Kopertis, dan selalu diterima pihak Prasetiya Mulya untuk disalurkan kepada mahasiswa yang berhak mendapatkan.

"Tahun lalu yang menerima ada lima mahasiswa. Di sisi lain kami juga aktif mencari sendiri mahasiswa yang berhak menerima beasiswa. Bahkan kami menyediakan kontrakan rumah yang mereka tinggali bersama. Kami ingin melayani mereka, dan tidak membedakan antarmahasiswa," tandasnya.

(rfa)
Live Streaming
Logo
breaking news x