Hartawan Aluwi Ditahan di Rutan Salemba

foto: Dok Okezone

foto: Dok Okezone

JAKARTA - Hartawan Aluwi‎ buronan kasus Bank Century yang merugikan negara sekira Rp3,11 triliun ‎telah diserahkan ke Kejaksaan Agung oleh Bareskrim Polri.

Buronan yang telah dideportasi dari Singapura itu diketahui tidak pernah hadir dalam persidangannya, dan memilih kabur ke luar negeri sebelum divonis 14 tahun penjara atas kasus penipuan investasi ‎di PT Antaboga Delta Sekuritas yang tidak memiliki legalitas dalam menjalankan bisnis usaha investasinya.

‎"Pada sore ini, Kejagung telah menerima penyerahan terpidana perkara penipuan dan money laundry atas nama terpidana Hartawan Aluwi, dan dia dihukum oleh putusan pengadilan namun tidak pernah hadir dalam persidangan," kata Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Noor Rachmad di Kejagung, Jakarta, Jumat (22/4/2016).

 (Baca juga: Harta Hartawan Aluwi di Hong Kong Akan Dirampas Negara)

Noor Rachmad menjelaskan, Hartawan Aluwi terlibat dalam kasus penipuan dan bukan perkara korupsi. Karenanya, tidak ada uang pengganti kepada para nasabah yang sebelumnya diketahui merupakan nasabah Bank Century.

"Tidak ada (uang pengganti) karena ini kasus penipuan dan bukan korupsi," ungkap Noor Rachmad.

Ia menegaskan, korps Adhyaksa itu akan terus melakukan pengejaran kepada tiga tersangka yang merupakan rekan dari Hartawan Aluwi.

"Ada tiga kawan dia, yakni Anton Tantular, Hendro Wiyanto, ketiganya dihukum 14 tahun penjara, denda masing-masing Rp10 miliar dan subsidier enam bulang kurungan," jelasnya.

 Bareskrim Tangkap Buronan Bank Century

Saat ini, kata dia, pihaknya melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat akan mengeksekusi Hartawan Aluwi ke Rutan Salemba.

"‎Sore ini juga Jaksa eksekutor Kasipidum dari Kejari Jakarta Pusat akan mengeksekusi terpidana ini ke LP Salemba," pungkasnya.

(wal)
Live Streaming
Logo
breaking news x