Image

Daftar Tunggu Haji Kabupaten Malang 23 Tahun

ilustrasi (foto: Okezone)

ilustrasi (foto: Okezone)

MALANG - Daftar tunggu atau antrean pemberangkatan bagi calon haji yang berangkat dari Kabupaten Malang, Jawa Timur, hingga 23 tahun ke depan atau pada tahun 2039.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang As'adul Anam di Malang, Rabu, (11/5/2016) memperkirakan warga daerah itu yang mendaftar sebagai calon haji (calhaj) sekarang, baru bisa berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2039 atau 23 tahun ke depan.

"Pada tahun ini saja yang mendaftar sudah mencapai 1.560 orang. Namun, sebagian masih berusia muda, bahkan ada yang masih duduk di bangku SMP," ujarnya.

Peraturan batasan usia calhaj memang lebih longgar. Oleh karena itu, anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah sudah didaftarkan oleh orang tuanya.

Selain ada kelonggaran batasan usia pendaftar, kata Kasi Pelayanan Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Malang Abdurrahman, juga ada pengetatan terhadap calhaj yang sudah pernah menunaikan ibadah haji.

Bagi calhaj (pendaftar) yang sebelumnya pernah berhaji, lanjut dia, baru bisa berangkat kembali ke Tanah Suci setelah 10 tahun kemudian dengan harapan daftar tunggu calhaj tidak makin panjang.

Panjangnya daftar tunggu tersebut, selain karena jumlah warga yang mendaftar untuk menunaikan ibadah haji makin banyak, juga disebabkan adanya kebijakan pemangkasan kuota 20 persen dari pemerintah Arab Saudi 3 tahun terakhir ini karena ada renovasi di Mekah.

Menyinggung porsi calhaj yang diberangkatkan dari Kabupaten Malang pada tahun 2016, Abdurrahman mengatakan bahwa pada tahun ini sebanyak 1.452 calhaj.

"Untuk pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), diharapkan pada bulan ini sudah tuntas. BPIH yang ditetapkan secara nasional sebesar Rp34,6 juta," ucapnya.

Hanya saja, kata dia, nominal BPIH tersebut masih belum final karena pengelompokan BPIH disesuaikan dengan zona atau embarkasi masing-masing.

"Mudah-mudahan penetapan untuk embarkasi Surabaya tidak akan jauh dari angka penetapan awal, maksimal sebesar Rp36 juta," katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Kemenag yang disampaikan KBIH, rencana perjalanan haji Indonesia pada Kloter I dijadwalkan berangkat pada tanggal 8 Agustus 2016, wukuf pada tanggal 10 September 2016 dan pemulangan untuk gelombang pertama pada tanggal 17 September dan gelombang kedua pada tanggal 14 Oktober 2016.

(ful)
Live Streaming
Logo
breaking news x