Baca Buku, Makin Banyak Ilmu!

Ilustrasi Foto: dok. Okezone.

Ilustrasi Foto: dok. Okezone.

JAKARTA - Membaca adalah jendela dunia. Sayangnya, tak semua orang menjadikan kegiatan membaca sebagai prioritas. Seiring dengan perkembangan teknologi, minat baca pun semakin rendah lantaran kemudahan mencari informasi menggunakan internet.

Membaca buku sebenarnya tidak harus berkunjung ke perpustakaan atau membeli buku konvensional di toko buku. Saat ini, terdapat buku digital yang bisa diakses melalui gadget secara mudah dan gratis. Hal terpenting, ada minat membaca dan keingintahuan untuk menambah wawasan.

Secara umum, manfaat membaca adalah untuk menambah ilmu dan wawasan. Padahal, membaca juga berguna untuk pengembangan diri sampai menjaga kesehatan. Hal tersebut diungkapkan oleh beberapa ahli pendidikan, seperti William S. Gray dan Bernice Rogers dari University of Chicago, Amerika Serikat.

Gray dan Rogers mengungkapkan, membaca buku mampu meningkatkan pengembangan diri karena dapat menambah ilmu pengetahuan sehingga daya nalar seseorang berkembang dan mampu berpandangan luas. Membaca juga merupakan cara untuk memenuhi tuntutan intelektual. Dengan membaca, perbendaharaan kata-kata pun meningkat sekaligus melatih imajinasi dan daya pikir sehingga terpenuhi kepuasan intelektual.

Dengan membaca, seseorang juga akan memperoleh pengetahuan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, belajar cara perawatan tanaman, maka akan mendapat pengetahuan tentang bagaimana merawat tanaman, begitu juga dengan pengetahuan di bidang lainnya.

Manfaat baca buku yang diungkap Gray dan Rogers berikutnya, yakni meningkatkan minat terhadap suatu bidang. Seseorang yang senang astronomi, dengan makin membaca buku-buku tentang tata surya, maka minatnya akan meningkat sehingga ingin mempelajarinya lebih dalam. Terakhir, membaca berguna untuk mengetahui hal-hal yang aktual. Contohnya, peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan tanpa harus pergi ke lokasi.

Selain menambah ilmu dan wawasan, membaca buku juga berpengaruh terhadap kemajuan bangsa. Negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Prancis, dan Jerman mendominasi penerbitan buku dunia. Sedangkan Indonesia rata-rata hanya mencetak 18 ribu judul buku setiap tahunnya. Begitu juga dari sisi minat baca dan literasi, Indonesia juga masih cukup rendah dibandingkan negara lainnya. Hari Buku Nasional, diharapkan menjadi momentum kesadaran masyarakat Indonesia terkait dengan pentingnya budaya baca.

Ikuti Try Out SBMPTN 2016 Okezone pada Senin, 23 Mei di Gedung SMESCO. Info lengkap klik laman tryout.okezone.com. Segera daftar, banyak hadiah menarik menanti!

(rfa)
Live Streaming
Logo
breaking news x