Jelang Vonis Hakim, Nazaruddin Bagikan Buku Yasin

M Nazaruddin (Foto: Okezone)

M Nazaruddin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menjelang pembacaan vonis hakim atas kasus dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), ada hal berbeda yang dilakukan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Nazaruddin lewat kerabatnya membagi-bagikan buku yang berisi Surat Yasin dan surat-surat pendek lainnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Menurut salah satu kerabatnya, Ardi, pembagian Surat Yasin ini merupakan permintaan dari Nazaruddin.

"Ini permintaan dari Pak Nazaruddin," kata Ardi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2016).

(Baca: Jelang Vonis, Nazaruddin Zikir di Ruang Sidang)

Ardi mengatakan, pembagian buku yang berisi ayat suci Alquran dan doa-doa itu agar bisa bermanfaat untuk orang banyak. Menurut dia, tak ada maksud apa-apa dalam pembagian buku yang totalnya mencapai 100 eksemplar itu.

"Enggak ada maksud apa-apa. Ini biar bermanfaat buat orang banyak," ujarnya.

Berdasarkan buku Yasin yang diperoleh, buku bersampul warna kuning itu setebal 474 halaman. Di dalam buku itu juga terdapat foto Nazaruddin dengan mengenakan peci dan kemeja biru. Buku Yasin diproduksi oleh Nazar Foundation.

Suami Neneng Sri Wahyuni itu sendiri telah datang dan memasuki ruang sidang. Sampai saat ini sidang yang dipimpin Hakim Ibnu Basuki belum dimulai. Nazar dituntut tujuh tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider satu tahun kurungan.

Selain dituntut hukuman pidana penjara, mantan anggota DPR itu turut dituntut agar harta kekayaan sekira Rp600 miliar dirampas untuk negara. Namun, ia menolak jika semuanya dirampas untuk negara. Pasalnya, tak semua hartanya hasil dari korupsi.

Terdakwa dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 dan TPPU itu telah menyandang status justice collaborator (JC) dari KPK. Ada peluang, Nazaruddin mendapat vonis lebih ringan dari tuntutan.

Nazaruddin dinilai terbukti menerima hadiah dari pembangunan Wisma Atlet SEA Games Jakabaring, Palembang dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Selatan dan telah melakukan TPPU. Ia dituntut pidana sebagaimana diatur Pasal 12 Huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Selain itu, Nazaruddin dinilai melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Kemudian Pasal 3 Ayat (1) Huruf a, c, dan e Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang TPPU sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 25 Tahun 2003 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, Nazaruddin sudah dihukum tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta dalam perkara suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011.

(Ari)
Live Streaming
Logo
breaking news x