3.250 Petugas Haji Dapat Jatah Khusus, Tak Ambil Kuota Jamaah

Ilustrasi: (Foto: Antara)

Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA - Keberadaan petugas haji menjadi elemen penting dalam penyelenggaraan rukun Islam kelima. Walhasil, pemerintah Arab Saudi memberikan kuota petugas haji berjumlah 3.250 orang.

"Kuota petugas tidak mengambil kuota jamaah, ini yang perlu dijelaskan ke jamaah dan masyarakat," ujar Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh Sri Ilham Lubis dalam pembekalan petugas PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, tadi malam.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag RI Ahda Barori memaparkan, petugas haji terbagi atas PPIH yang berasal dari Kemenag dan Kemenkes, petugas kloter, tenaga musiman (temus), dan petugas pengawas.

"Kami juga merekrut 75 orang dari TNI-Polri untuk memberikan perlindungan kepada jamaah haji," ulas Ahda.

Ia pun memastikan bahwa legitimasi atas pentingnya tugas petugas haji telah diakui dengan kepastian mendapat kuota di luar jumlah kuota jamaah haji Indonesia sebanyak 168.800 orang.

Lebih lanjut, secara teknis Ahda menjelaskan penugasan tim PPIH terbagi dalam empat gelombang. Dimulai dari tim advance berjumlah 10 orang yang akan berada di Tanah Suci selama 78 hari mulai 1 Agustus - 17 Oktober 2016. Sebanyak 231 orang petugas Daker Madinah dan bandara yang siaga selama 72 hari pada 6 Agustus- 16 Oktober.

Tak lupa petugas Daker Makkah sebanyak 289 orang yang akan bekerja pada 9 Agustus - 6 Oktober selama 60 hari. Terakhir, ketua delegasi atau 15 orang tim amirul haji akan berlangsung pada 25 Agustus - 17 September selama 20 hari mendatang.

[Baca Juga: Pemondokan Haji Indonesia Sekelas Hotel Berbintang]

(ful)
Live Streaming
Logo
breaking news x