Ratusan Calon Jamaah Haji DIY Gagal Berangkat Tahun Ini

Foto: ilustrasi (Ist)

Foto: ilustrasi (Ist)

YOGYAKARTA - Sebanyak 184 calon jamaah haji yang berasal dari Yogyakarta dipastikan gagal berangkat ke tanah Suci karena berbagai hal. Salah satu penyebabnya yakni biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) dan kesehatan.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Nuruddin mengungkapkan, permasalahan BPIH seharusnya dilakukan pelunasan pada 10 Juni 2016 lalu.

"Ada 184 orang yang dipastikan belum bisa berangkat haji tahun ini," ujarnya kepada wartawan, Kamis (16/6/2016).

(Baca: Pemondokan Haji Indonesia Sekelas Hotel Berbintang)

Sebanyak 184 caln jamaah haji yang gagal berangkat itu, sebagian besar berasal dari Kabupaten Sleman yang jumlahnya mencapai 83 orang, lalu Kabupaten Bantul 44 orang, Kota Yogyakarta 35 orang, Gunungkidul 17 orang, dan Kulonprogo lima orang. "Tahun lalu ada 150 orang," lanjut dia.

Meski demikian, kata Nuruddin, bagi calon jamaah haji yang gagal berangkat karena belum mampu melunasi akan diprioritaskan berangkat tahun depan sepanjang tidak mengundurkan diri dari daftar.

Sedangkan untuk sisa kuota yang belum terisi pada pelunasan tahap pertama tersebut, akan dilimpahkan kepada calon jamaah haji gagal sistem atau yang tidak muncul namanya pada pembayaran gelombang pertama.

"Akan diberikan kepada calon haji yang telah melaksanakan haji dan masuk kuota berangkat tahun ini," serunya.

Nurruddin menambahkan, jika belum memenuhi sisa kuota makan diberikan kepada calon haji lanjut usia atau di atas 75 tahun, serta jamaah yang terpisah dari keluarganya. Sementara, bagi 2.313 calon jamah haji yang sudah melunasi BPIH, ia mengimbau agar memastikan kelengkapan paspor dan sebagainya.

"Berdasarkan jadwal pemberangkatan, gelombang I, II, dan III akan dilakukan pada tanggal 17, 18, dan 19 Agustus 2016 mendatang. Para calon jamaah haji diimbau untuk mengikuti manasik haji," pungkas dia.

(ful)
Live Streaming
Logo
breaking news x