Pesan Kiai Hasyim untuk Calon Haji, Inventarisir Dosa-Dosa Besar

Ilustrasi: (Foto: Antara)

Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA - Menjadi seorang petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) ternyata cukup menantang secara fisik dan batiniah.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi menilik peran seorang petugas haji di Arab Saudi, memerlukan mentalitas yang kuat. Ia pun menitip pesan untuk para calon jamaah haji (calhaj).

“Jamaah harus diomongi apa? Pertama, pastikan apakah semua uang untuk haji mereka halal agar dapat hikmahnya. Paling tidak kasih tahu. Suruh juga belajar manasik dan dorong mereka memanjatkan doa yang menyentuh hatinya sendiri. Kalau sudah terlanjur (bayar ongkos haji dengan uang tidak halal) sarankan untuk mengganti,” urai Kiai Hasyim dalam pembekalan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tadi malam.

Ia berharap para petugas haji mampu memotivasi jamaah agar beribadah dan berdoa sesuai dengan panggilan hatinya. Terutama, katanya, doa ketika tawaf di Kakbah serta di Arafah yang tingkat terkabulnya luar biasa.

“Doakan anggota keluarga yang menjadi tanggungan, doakan istri supaya tersentuh hatinya. Lalu doakan anak. Ketika di Arafah, inventarisir dosa-dosa besar kita dan akuilah. Ampunan Allah SWT lebih besar, tak ada dosa yang tak diampuni di Arafah,” tegas Kiai Hasyim.

“Saya mohon banyak-banyak doakan Indonesia. Apapun dan bagaimanapun kondisi Indonesia harus didoakan,” imbuh Kiai Hasyim.

Petuah tersebut ia khususkan karena meyakini bahwa Tanah Suci merupakan tempat mustajab untuk berdoa. “Maka, berdoalah agar Indonesia diselamatkan, minimal keluarga kita dijauhkan dari narkoba dan korupsi. Semoga Indonesia diberi pemimpin yang baik,” tuturnya.

Kiai Hasyim juga berharap, para petugas haji dan calon jamaah haji tidak tersita energinya untuk memikirkan sarana menuju tanah suci serta manasik haji semata. Mumpung masih ada waktu, perlu ditekankan sisi makna ibadah haji dari aspek esensi.

"Menurut saya mayoritas calon jamaah haji kita masih berkutat dengan persoalan sarana serta tata cara haji saja. Padahal, ada hal lain yang lebih besar, yaitu soal esensi haji. Soal keikhlasan. Bayangkan jika semua jamaah haji Indonesia mabrur, setiap tahun 158.800 orang akan saleh secara individu dan sosial, belum termasuk keluarganya. Masalah bangsa ini Insya Allah terselesaikan," pungkasnya.

(ful)
Live Streaming
Logo
breaking news x