Image

Indonesia Raih Emas dalam Olimpiade Fisika Dunia

Foto: Ilustrasi (Okezone)

Foto: Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Indonesia berhasil meraih satu emas dan empat perak dalam Olimpiade Fisika Internasional atau International Physics Olimpiade (IPhO) yang diselenggarakan di Zurich, Swiss pada 10 sampai 17 Juli 2016.

"Raihan ini meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan perak," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hamid Muhammad, dikutip dari Antara, Selasa (19/7/2016).

Tim Indonesia terdiri atas Michael Gilbert (medali emas), Edwin Aldrian Santoso (medali perak), Kevin Limanta (medali perak), Hugo Herdianto (medali perak), dan Raymond Ho (medali perak). Tim tersebut dipimpin oleh Syamsu Rosid dari Universitas Indonesia (UI) dan Kamsul Abraha dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pada tahun ini, olimpiade tingkat dunia tersebut diikuti peserta dari 87 negara. Setiap negara mengirimkan tim yang terdiri dari lima peserta. "Saingan terberat tetap Tiongkok," kata Hamid.

Lomba tersebut dilakukan dalam dua gelombang, yakni fisika eksperimen dan fisika teori. Masing-masing berlangsung selama lima jam dan keduanya diselenggarakan di Kampus Irchel, Universitas Zurich.

Untuk soal tahun ini, ucap Hamid, topiknya merata yang terdiri dari konduktivitas listrik dua dimensi dan transisi fase, serta ketidakstabilan material nonlinear untuk fisika eksperimen. Sementara untuk fisika teori terdiri dari topik mekanika, elektronika, dan fisika modern.

"Kami akan terus melakukan perbaikan agar prestasi tim Indonesia akan semakin baik, sebutnya.

Hamid mengaku, bangga dengan prestasi anak-anak bangsa tersebut. Sebagai hadiah, pihaknya telah menyiapkan beasiswa hingga S-3 untuk peraih medali emas, S-2 untuk peraih perak, dan S-1 untuk peraih perunggu.

Sementara peraih medali emas, Michael Gilbert, mengaku senang bisa ikut serta dalam kejuaraan dunia tersebut. "Ini akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi saya, ikut kejuaraan tingkat dunia dan bisa jalan-jalan ke luar negeri," paparnya.

Gilbert yang berasal dari SMAK BPK Penabur Cirebon itu menambahkan, pihaknya berlatih selama tiga bulan untuk kejuaraan tersebut. "Latihan yang intens dan dukungan orang tua kunci suksesnya," jelas siswa kelas X itu.

Sedangkan Kevin Limata mengaku, bangga bisa ikut mengharumkan bangsa pada kejuaraan dunia tersebut. "Tahun lalu, saya mendapat medali perak tahun ini juga perak," tutur Kevin yang sudah diterima di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, itu.

Kevin sebelumnya juga meraih medali emas untuk Olimpiade Fisika tingkat Asia yang digelar di Hongkong. "Kuncinya, menyenangi fisika dan tekun belajar, yang penting ada keinginan untuk terus belajar," pungkas Kevin yang merupakan lulusan SMA Intan Permata Hati Surabaya, Jawa Timur, itu. (ira)

(rfa)
Live Streaming
Logo
breaking news x