Image

Kisah Pemulung Gagal Naik Haji Lantaran Ditipu Polisi Gadungan

Marsilan dan istri hanya bisa pasrah ditipu polisi gadungan (Foto: Nurul Arifin/Okezone)

Marsilan dan istri hanya bisa pasrah ditipu polisi gadungan (Foto: Nurul Arifin/Okezone)

SURABAYA - Mimpi berangkat haji ke tanah suci bagi Marsilan dan istrinya Marni tinggal mimpi. Uang yang ditabungnya dari usaha jual beli barang bekas kini raib. Marsilan ditipu oleh polisi gadungan yang mengaku berpangkat Kombes yakni Musa Ginting. Kini warga Jalan Tambak Dalam Baru, Gang V, Asemrowo Surabaya ini hanya bisa menangis sembari memendam kekesalan kepada sang kombes palsu itu.

Marsilan dan istrinya memang gigih dengan niatan bisa berangkat haji tahun ini. Rupanya, Sang Khaliq berhendak lain. Ihwal peristiwa itu bermula ketika Rusdi (44) mengatakan kepada keluarga Marsilan bahwa ada jalur berangkat haji dengan cepat. Terlebih, Rusdi mengiming-imingi biaya haji dapat diangsur.

Dari promosi-promosi itulah Marsilan pun tergiur hingga dikenalkan oleh Rusdi ke polisi gadungan yang menyebut dirinya Kombes Pol Musa Ginting. Di awal perkenalannya, Musa mengaku salah satu pejabat di Polda Jatim. Marsilan yang memang buta huruf pun percaya. Yang ada dibenaknya adalah bisa datang ke baitullah dengan uang yang ditabung bertahun-tahun.

Singkatnya, setelah ditemui oleh Musa, Marsilan pun percaya. Terlebih lagi penampilan Musa yang seperti seorang Polisi. Melalui Polisi Gadungan ini, Marsilan berencana berangkat ke Tanah Suci dengan Istrinya. Ia menyerahkan uang muka senilai Rp50 Juta dan diberi kwitansi oleh Musa. Selanjutnya membayarlagi hingga terkumpul Rp93 Juta.

"Siapa yang tidak percaya. Dia (Musa, red) beberapa kali ke rumah saya menggunakan seragam polisi, pakai mobil dan bersenjata pistol. Bahkan, sering membawa nama para jenderal polisi," urai Marsilan saat ditemui dikediamannya, Rabu (3/8/2016).

Rupanya, janji untuk manasik haji pada Juni 2016 tidak terlaksana. Sejak itu Marsilan curiga, hal ini ia melihat beberapa tetangga di sekitarnya yang berangkat haji sedang menjalankan manasik. Sementara dirinya tidak. Hingga akhirnya, Marsilan dan Keluarganya berencana membuat perhitungan dengan sang polisi gadungan itu.

Marsilan pun nekat mencari sang polisi gadungan itu ke Mapolda Jatim. Di Polda Jatim pun tidak menemukan seorang polisi berpangkat Kombes dengan nama Musa Ginting. Marsilan pun bertambah yakin bahwa yang ditemuinya adalah penipu. Bahkan, untuk mencari secara detail, Marsilan meminta tolong temannya agar mencarinya melalui Internet. Ternyata, ada nama Musa Ginting namun wajah berbeda dengan Musa Ginting yang menjanjikan berangkat haji dengan mudah.

Hingga akhirnya, dengan dibantu beberapa kerabat, Marsilan merayu Musa agar mau datang kerumahnya. Dengan tujuan bertemu dengan seorang Kiai. Awalnya, Musa pun berkelit tapi dengan berbagai bujukkan, sang polisi gadungan ini luluh juga. Hingga pada Minggu (31//7/2016) malam, Musa mendatangi rumah Marsilan.

Namun malam itu, Musa menanggalkan baju polisi palsunya. Tetapi, pistolnya masih saja ia bawa. "Saat kami tanya kapan kami semua akan manasik dan Musa tidak bisa menjawab, saat itu pula kami amankan Musa dan kami melapor ke Mapolsek Asemrowo," tambah Marsilan.

Marsilan yang sudah memendam amarah, berencana akan membakar hidup-hidup sang polisi gadungan itu. Rupanya, niat itu dicegah oleh keluarganya. Hingga akhirnya, Sang polisi gadungan ini diserahkan polisi.

"Semoga keluarga kami menjadi keluarga terakhir yang kena tipu makelar haji semacan Musa itu," pungkasnya.

Ia juga berharap, uang yang dibayarkan ke Musa Ginting ini dikembalikan. Mengingat, uang tersebut adalah hasil keringat dengan harapan bisa berangkat haji bersama sang istri. Uang tersebut hasil kerja sebagai pengumpul barang bekas atau yang biasa disebut Rombeng.

"Bisa dibayangkan, kami ngrombeng setiap hari mengumpulkan uang sebanyak itu hanya untuk pergi haji. Selain itu, kami sekeluarga meminta, Musa dan perantaranya, Rusdi juga dihukum berat," tambahnya.

(kha)
Live Streaming
Logo
breaking news x