Image

Jamaah Haji Diminta Hindari Barang Titipan TKI

Jamaah Haji (Foto: Antara)

Jamaah Haji (Foto: Antara)

SURABAYA - Kelompok Terbang (Kloter) pertama dari embarkasi Surabaya diperkirakan akan berangkat pada tanggal 9 Agustus 2016. Kloter pertama itu adalah Jamaah haji dari Sumenep, Madura. Kepala Bidang Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Jatim, HM. Sakur meminta agar para jamaah membawa barang seperlunya saja dan menghindari barang-barang titipan TKI yang ada di Arab Saudi.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, Calon Jamaah Haji (CJH) dari Madura biasanya banyak yang membawa barang-barang terlarang seperti gunting, benda cair dan lain-lainnya. Atau banyak yang membawa barang dengan jumlah melebihi ketentuan.

"Saya rasa tahun ini kejadian seperti itu tidak akan terjadi lagi. Sosialisasi sudah dilakukan oleh Kemenag setempat. CJH dipastikan paham tentang apa yang tidak boleh dan barang apa saja yang boleh dibawa," kata Sakur, Rabu (3/8/2016).

Ia juga menjelaskan, pada musim haji tahun 2012 ada salah satu CJH dari Pamekasan yang kedapatan membawa ratusan buku nikah palsu. Buku nikah itu adalah titipan dari rekannya yang berkerja di Arab Saudi. Pada akhirnya, CJH itu harus batal berangkat karena diproses secara hukum.

Kemudian untuk rokok, kata Sakur biasaya banyak ditemukan di koper CJH. Namun, kata Sakur masih ada toleransi asal sesuai dengan ketentuan. "Kalau cuma bawa rokok satu slop tidak apa-apa, tapi kalau rokok satu koper tentu akan disita," tandasnya.

Sementara itu, tahun ini CJH akan diterbangkan dari Embarkasi Surabaya sebanyak 27 ribu CJH. Mereka berasal dari seluruh daerah di Jatim ditambah jemaah asal Bali dan Nusa Tenggara Barat. CJH kloter pertama dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Surabaya pada Senin, 8 Agustus 2016, dan esoknya diterbangkan ke Tanah Suci dari Bandara Internasional Juanda Surabaya.

(kha)
Live Streaming
Logo
breaking news x