Jangan Terlalu Lama Salat di Raudhah

Raudhah (Ist)

Raudhah (Ist)

JAKARTA - Di Masjid Nabawi ada satu ruangan yang pernah dikatakan Rasulullah SAW bahwa seluruh doa akan diijabah jika dilakukan di tempat itu. Ruangan tersebut bernama Raudhah. Sebagaimana hadis Riwayat Bukhari “maa baina baitii wa minbarii raudhoh min riyaadhil jannah, wa minbari ‘alaa haudhii” (antara rumahku dan mimbarku adalah raudhah (yaitu) taman dari surga, dan mimbarku di atas kolam).

Raudhah terletak di antara kamar Nabi Muhammad SAW dan mimbar masjid. Luas Raudhah dari arah timur ke barat sepanjang 22 meter, dan dari utara ke selatan sepanjang 15 meter. Luasnya yang hanya 144 meter persegi tak sebanding dengan jutaan jamaah yang berebut ingin masuk ke sana.

Jutaan jamaah haji yang berebut salat dan berdoa di Raudhah membuat ruangan itu tak pernah sepi dari panjatan doa. Namun, justru banyak jamaah haji yang terlena dan memaksakan diri untuk salat dan berdoa di sana. Alhasil, mereka saling berdesakan dan antrean panjang mewarnai setiap doa yang dipanjatkan di ruangan itu.

"Kita harus membuka cakrawala sosial kita. Salat di Raudhah memang sunah, dan doanya dipercaya akan diijabah, tapi jangan memaksakan diri, kasih kesempatan yang lain. Jangan sampai itu mencelakai diri sendiri dan orang lain karena memaksakan diri salat di situ. Jika memungkinkan, salatlah. Jika tidak, jangan memaksakan diri," papar Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin.

KH Abdullah meminta jamaah haji untuk tak egois dan cacat sosial ketika salat di Raudhah. Esensi haji yang mengutamakan kedamaian sosial akan sangat bertentangan jika banyak jamaah haji yang terlalu memaksakan diri dalam meraih ritual individu. "Jangan terlalu lama salat di Raudhah, beri kesempatan jamaah lain," pesan Kiai Abdullah.

(kha)
Live Streaming
Logo
breaking news x