Image

Kisah Haji Arif, Terpental saat Hendak Cium Hajar Aswad

Ilustrasi (Foto: Okezone)

Ilustrasi (Foto: Okezone)

SURABAYA - Banyak pengalaman religius yang dirasakan oleh para jamaah haji di tanah suci. Dalam setiap pengalaman religius ini selalu memiliki kaitan dengan perbuatan jamaah, baik itu buruk maupun baik.

Salah satunya adalah yang dirasakan oleh seorang jamaah haji sebut saja Haji Arif. Pria yang tinggal di Jalan Pagesangan Baru ini mengaku memiliki pengalaman spiritual selama menjalan ibadah haji. Salah satunya adalah ketika mencium batu hajar aswad (Sebuah Batu Hitam yang berada di Kakbah). Pria yang berangkat haji tahun 2004 silam mengaku mengalami pengalaman gaib.

"Saya pernah terpental saat mencium hajar aswad," kenang Haji Arif.

Ia mengaku, dalam proses perjalanan menuju lokasi hajar aswad sangat berdesak-desakkan dengan jamaah haji lainnya. Anehnya, meski berdesak-desakkan, namun langkah Haji Arif ini terasa mudah. Bahkan, seperti tidak terhalang apapun.

Namun setelah berada tepat di depan hajar aswad, entah darimana datangnya rasa sombong itu keluar. "Pas di depan hajar aswad tiba-tiba dalam hati berkata, wong mudah gini kok kata orang-orang untuk mencium hajar aswad susah," katanya.

Setelah dalam hati berkata demikian, tiba-tiba seperti ada yang melemparkan tubuhnya menjauh dari hajar aswad. "Saya kaget seperti terpental," jelasnya.

Sontak, pria yang berprofesi sebagai pedagang ini langsung menyadari ke khilafannya itu. Bahwa, manusia tidak boleh sombong di baitulloh itu. Sekecil apapun perbuatan pasti ada hikmah dan balasannya.

"Dalam hati berkata begitu seperti sombong. Saya langsung menyesal dan beristighfar," tambahnya.

Setelah terpental itu, sempat diurungkan untuk mencium hajar aswad. Hal ini dilihat jutaan jamaah haji seluruh dunia yang berdesak-desakkan di baitulloh tersebut. Namun, niat itu kembali muncul lagi. Haji Arif pun menguatkan niat untuk mencium hajar aswad. Dengan susah payah, pria ini menerobos dan berdesakkan.

Untuk proses yang kedua ini memang tergolong sulit. Perjalanan menuju Hajar Aswad harus bersusah payah tidak seperti perjalanan yang pertama kali itu. Namun, dengan proses yang cukup lama, Haji Arif akhirnya bisa mencium batu hitam tersebut.

"Yang kedua ini berat harus berdesak-desakkan. Tidak seperti yang pertama yang sangat mudah," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui dan tertuang dalam kitab-kitab Manasik Haji bahwa mencium Hajar Aswad hukumnya adalah sunnah. Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu” (HR. Bukhari).

Sementara hajar aswad sendiri merupakan batu surga. Hal berdasarkan Syaikh Al Albani yang menuturkan dalam Hadist Riwayat Imam At Tirmidzi disebutkan Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam”.

(kha)
Live Streaming
Logo
breaking news x