Image

Jamaah Haji Diminta Ikuti Perkembangan Informasi

Ilustrasi (Foto: Okezone)

Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jamaah haji kloter pertama dari beberapa embarkasi telah diterbangkan kemarin 9 Agustus 2016. Berbagai cerita pun menyertai para jamaah haji yang kini telah tiba di Madinah tersebut.

Di Padang, satu jamaah haji hampir tertinggal pesawat lantaran menghilang dari bandara selama tiga jam. Di Kutai Kertanegara, ada sekira tujuh jamaah haji yang harus menunda keberangkatan akibat terlambat melunasi biaya haji.

Hal tersebut menurut Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Kementerian Agama (Kemenag) Ahda Barori akibat kurangnya jamaah mengikuti perkembangan informasi yang telah disebar panitia haji.

"Itu bisa karena jamaah haji kurang mengikuti perkembangan informasi yang cukup. Meski tak ada yang tertinggal kita akan terus memperbaiki pelaksanaan haji tahun ini," terang Ahda saat dikonfirmasi Okezone melalui sambungan telefon, Rabu (10/8/2016).

Selain itu, lanjut Ahda, Indonesia memiliki daerah yang sangat luas. Pembuatan paspor dan pemberangkatan melalui beberapa embarkasi membuat pelaksanaan haji kadang menyisakan beberapa kasus yang menghambat.

"Kayak pembuatan paspor, kalau di luar Jawa itu butuh waktu yang banyak, akses ke Kantor Imigrasi pun jauh. Proses embarkasi pun butuh waktu sampai beberapa hari, contoh Embarkasi Makassar yang melingkupi beberapa daerah sampai Papua, bahkan yang dari Papua itu sebelumnya berkumpul dulu di Surabaya sebelum berangkat ke Saudi lewat embarkasi Makassar," papar Ahda.

(kha)
Live Streaming
Logo
breaking news x