Nabung 40 Tahun, Petani Ini Akhirnya Naik Haji

Ilustrasi

Ilustrasi

PONOROGO – Setelah berjuang mengumpulkan uang selama 40,  mimpi Juri Amat Sair (65), warga Desa Polorejo, Kecamatan Babadan, Ponorogo, untuk bisa menjalankan ibadah haji akhirnya terwujud.

Juri yang kini kesehariannya menjadi buruh pertanian sudah mengumpulkan uang sejak 1976. Pada waktu itu, ia merantau ke Sumatera untuk mewujudkan mimpinya menjalankan ibadah haji. Juri bekerja menjadi buruh perkebunan dalam perantauannya di Sumatera tersebut.

Setelah 30 tahun mengadu nasib di pulau seberang, ia pun pulang ke desanya. Saat kembali ke kampung halaman, Juri menjadi buruh tani. Ia menyewa lahan untuk ditanami. Hasil dari bercocok tanam disisihkan demi naik haji.

“Sudah lama, sejak tahun 1976, merantau ke Sumatera. Kadang (uang) terkumpul, habis lagi, buat biaya anak-anak, buat ini itu. Mulai lagi,” kata Juri, Rabu (10/8/2016).

Sekira tahun 2006, dengan uang tabungan yang dimiliki, ia mendaftar haji. Setelah 40 tahun berusaha mengumpulkan uang dan menunggu, niatnya akhirnya terkabul. Tahun ini ia bakal berangkat ke Tanah Suci.

Juri mengaku banyak rintangan untuk bisa menabung demi ongkos naik haji. Namun karena kesungguhan niat dan kemurahan Tuhan, akhirnya ia bisa melaksanakan rukun Islam kelima ini.

Ia berharap bisa melaksanakan semua syarat dan rukun haji. Buruh tani ini juga berharap bisa menjadi haji mabrur yang diridai.

(erh)
Live Streaming
Logo
breaking news x