Image

Cerita Jamaah Haji Tersesat Dikira Pasukan Perdamaian PBB

Ilustrasi

Ilustrasi

SURABAYA - Siapa sangka jika Kartu Tanda Anggota Nahdhotul Ulama (KartaNU) ini berguna di saat genting. Sebut saja Fulan, salah satu jamaah haji asal Madura yang pernah mengalami kejadian tersesat dan bisa kembali ke maktab setelah menunjukkan KartaNU itu.

Suatu ketika si Fulan pergi kaluar dari maktabnya. Rencananya, si Fulan ini jalan-jalan keliling Kota Makkah setelah menunaikan ibadah Haji. Keluar dari maktab, ia pun mengingat dengan detail jalan-jalan yang dilalui. Dengan harapan dapat kembali ke maktab tanpa harus tersesat.

Rencanya untuk jalan-jalan di Kota Makkah pun kesampain. Setelah seharian penuh berjalan, ia hendak kembali ke Maktab karena saat itu sudah malam. Fulan kemudian mengingat-ingat kembali jalan yang dilalui sebelumnya.

Rupanya, semakin ia menuruti ingatannya maka semakin jauh dari maktabnya. Bahkan, ia tersesat di Kota Makkah. Ia kebingungan, saat meninggalkan maktab, lupa mambawa tas kecil yang di kalungkan di leher. Biasanya, tas tersebut tidak boleh ketinggalan karena berisi paspor dan visa jamaah haji.

Fulan hanya membawa dompet berisi uang serta beberapa tanda pengenal dari Indonesia. Ia pun kebingungan karena tidak bisa kembali ke maktab. Di tengah-tengah kebingungan, tiba-tiba ada petugas kemanan Arab Saudi yang melihatnya.

Nah persoalan lain muncul karena Fulan tidak bisa berkomunikasi dengan petugas keamanan tersebut baik dalam bahasa Inggris maupun Arab. Dia hanya bisa mengucapkan "yes" dan "no".

Dengan bahasa isyarat, petugas keamanan meminta Si Fulan untuk menunjukkan indentitas. Fulan pun kebingungan karena memang tidak membawa identitas berupa pasport dan visa. Ia lantas memberikan dompetnya.

Setelah diberikan, si petugas keamanan langsung memeriksa dompet Fulan. Ternyata diketahui ada karta keanggotan NU. Di KartaNU itu terdapat lambang ormas NU yang besar.

"From UN (dari United Nation)," kata Asykar tersebut.

Spontan Fulan pun langsung menjawab. "Yes," katanya Singkat. Askar tersebut langsung mengembalikan dompet tersebut sembari memberi hormat kepada si Fulan.

Dengan menggunakan bahasa isyarat, Fulan meminta agar diantarkan ke maktab Jamaah Haji Indonesia. Rupanya, Askar tersebut mengerti dan mengantarkanya ke maktab.

Sesampainya di maktab, si Fulan menceritakan kejadian tersebut ke petugas haji. Ternyata, Askar mengira bahwa Fulan adalah utusan dari PBB (UN). Hal itu dilihat dari KartaNU yang bertuliskan huruf NU.

Nah, kebetulan askar tersebut membacanya secara terbalik sehingga berbunyi UN atau kependekkan dari United Nation atau Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hal itu diperkuat dengan logo bola dunia yang ada dalam lambang NU.

(ris)
TAG : PBB
Live Streaming
Logo
breaking news x