Terpental Lima Kali, Haji Antok Dipanggil Seseorang untuk Mencium Hajar Aswad

Hajar Aswad

Hajar Aswad

SURABAYA - Jangan pernah berhenti mencoba meski gagal berkali-kali. Hal itu menjadi ungkapan yang cocok bagi Ketua Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang Zulfikar Damam Ikhwanto saat menjalani ibadah haji.

Pria yang akrab disapa Antok ini, memiliki pengalaman spiritual saat menjalani ibadah haji pada 2004. Ia terpental hingga lima kali saat hendak mencium Hajar Aswad.

"Ini pengalaman yang saya rasakan. Saya pernah terpental hingga lima kali saat hendak mencium Hajar Aswad," kata Antok kepada Okezone, Selasa (16/8/2016).

Antok mengaku, untuk menuju lokasi Hajar Aswad memang diperlukan strategi khusus. Para jamaah harus berdesak-desakan dengan jamaah haji lainnya. Antok pun mengikuti ritme para jamaah yang sedang tawaf.

"Caranya saya memutar mengikuti ritme jutaan jamaah. Nah, di sela-sela itu saya langsung merapat ke tengah. Lama-kelamaan mendekati posisi Hajar Aswad. Pada saat (berada) di dekat sekira 5 meter, (ia) kena pukul oleh askar yang mengusiri para jamaah ketika usai mencium Hajar Aswad. Lah saya salah posisi barisan, makanya ikut diusir dan jauh lagi dengan lokasi Hajar Aswad," kenang Antok.

Di hari pertama, Antok gagal mencium Hajar Aswad. Ia pun mencoba lagi di hari kedua. Rupanya pada hari kedua pun sama, ia tetap sulit mencium batu hitam tersebut.

"Saya selama lima hari mencoba, gagal terus mencium Hajar Aswad. Sebenarnya, mencium Hajar Aswad ini adalah sunah. Beberapa jamaah haji hanya melambaikan tangan ke Hajar Aswad. Tapi saya punya pandangan lain, kapan lagi bisa mencium mumpung berada di tanah suci," jelasnya.

Kemudian pada keesokan harinya, Antok mengaku memantapkan niat bahwa pada hari itu ia harus bisa mencium Hajar Aswad. Pasalnya, kesempatan untuk berangkat haji sulit datang untuk kedua kalinya.

Selain itu, sebelum berangkat Antok mengaku menyadari bahwa terlalu menganggap remeh dan sombong. Saat itu, sebagai anak muda fisiknya memang tidak sulit untuk berdesakan dengan jamaah haji lainnya.

Di hari keenam, Antok menggunakan pola yang sama yakni mengikuti jamaah haji lainnya sedang tawaf sambil merapat mengikuti putaran agar dekat dengan lokasi Hajar Aswad. Tiba-tiba, tidak jauh dari lokasi ada orang yang memanggil.

"Nah, saya menengok kemudian saya ditarik menuju Hajar Aswad. Dengan mudah saya langsung mencium Hajar Aswad itu. Ini adalah pengalaman yang mengejutkan. Saya tidak tahu siapa yang memanggil dan menyeret saya itu," jelasnya.

"Setelah saya sadar, saya merasa inilah kenapa kita tidak boleh sombong dan meremehkan. Saya sadar mungkin itu yang membuat saya gagal lima kali mencium Hajar Aswad," pungkasnya.

(aky)
Live Streaming
Logo
breaking news x