Sudah di Tanah Suci, 70 WNI Tak Berhaji

MAKKAH – Sebanyak 70 warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun ini tidak akan berhaji meski sudah berada di tanah suci jauh-jauh hari sebelum masa Puncak Haji pada 10 September mendatang.

Komitmen mereka melayani para jamaah haji menjadi alasan utama di balik keputusan ini. “Sebanyak 70 tenaga kesehatan tahun ini di standby-kan, tak ikut wukuf,” tegas Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Anung Sugiantono di Kantor KKHI Makkah, Selasa (30/8/2016).

Fase Armina (Arafah, Mina dan Mudzalifah) pada 9, 10, 11, 12, dan 13 Dhulhijjah dari tahun ke tahun selalu menjadi titik krusial pelaksanaan ibadah haji. Jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia berkumpul di sana untuk melaksanakan wukuf, mabit dan melempar jumrah. Cuaca ekstrim dan medan yang berat menjadikan banyak jamaah haji bertumbangan, bahkan tak sedikit yang menghembuskan napas terakhir.

Anung yang juga ditunjuk menjadi ketua tim asistensi Kemenkes dalam rangka pelayanan haji di Arab Saudi menuturkan, pengorbanan 70 orang ini patut diapresiasi. Mereka rela berkorban demi membantu sesama. Mereka nantinya akan ditempatkan di pos-pos krusial pelayanan kesehatan seperti di klinik kesehatan haji Indonesia (KKHI) dan Kantor Daerah Kerja Makkah.

Dalam kesempatan ini Anung memaparkan bahwa Indonesia mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Arab Saudi lantaran sudah menyiapkan jamaah secara lebih baik dalam penyelenggaraaan ibadah haji. Penghargaan selain kepada Pemerintah Indonesia juga akan didedikasikan kepada 40 anggota tim promotif dan preventif PPIH Arab Saudi.

“Saat teleconference dengan Ibu Menkes tadi, kami didampingi pejabat kementerian kesehatan Arab Saudi, mereka mengapresiasi bahkan memberikan sertifikat untuk tenaga promotif dan preventif kami, mereka juga diangkat sebagai head educator ambassador atau duta penyuluh kesehatan periode haji tahun ini oleh Arab Saudi dan dan akan diberikan sertifikat setelah musim haji berakhir,” ulasnya.

Hal ini, ujar Anung, merupakan kali pertama pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi ke Indonesia khususnya untuk tim kesehatan dalam rangka upaya-upaya pencegahan kesakitan dan atau kematian bagi jamaah haji di Arab Saudi .

“Tadi saya juga sempat berkelakar jangan hanya sertifikat, suatu saat diundang juga haji gratis, dijawab Insya Allah oleh mereka. Memang (sertifikat) belum diberikan, tapi nama 40 orang sudah diminta oleh mereka. Bahkan mereka juga minta negara-negara lain, bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh Indonesia, ini pula tadi sebabnya kami dapat kunjungan dari Malaysia,” pungkasnya.

(kha)
Live Streaming
Logo
breaking news x