Banyak Nyamuk di Arafah, Virus Zika Intai Jamaah Haji Indonesia

Tim Perlindungan Haji gladi posko di Arafah (Foto: Saifulloh/Okezone)

Tim Perlindungan Haji gladi posko di Arafah (Foto: Saifulloh/Okezone)

MAKKAH – Para tamu Allah betul-betul diuji pada musim haji kali ini. Tak hanya potensi suhu udara ekstrem yang mencapai 52 derajat celcius, virus Mers-Cov (Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus) dan Zika pun membayangi.

Temuan ini disampaikan tim Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) usai melakukan survei lapangan ke Arafah, Mina, dan Mudzalifah (Armina) jelang puncak haji pada 10 September mendatang.

“Nyamuk di Arafah banyak banget kemarin, ini perlu diantisipasi,” ujar Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Anung Sugiantono di Kantor KKHI Makkah, Selasa (30/8/2016).

Kecemasan Anung akan bahaya nyamuk di Arafah diamini oleh dokter Muchtaruddin Mansur, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes. Dia menuturkan, beberapa waktu lalu WHO sudah mengingatkan bahwa disamping Mers-cov yang memang merupakan ancaman nyata, penyebaran virus Zika ke jamaah haji juga perlu diwaspadai.

“Sangat besar kemungkinan ketika kita lihat jenis nyamuk yang potensial dapat menularkan penyakit, vektornya ada, virusnya ada, dan jamaah haji datang dari berbagai penjuru dunia,” ulasnya.

Sebelum korban berjatuhan, Anung langsung melaporkan temuan ini ke pihak Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang kebetulan pada Senin sore berkunjung ke KKHI di Makkah. Keluhan ini pun direspons baik, Pemerintah Arab Saudi berjanji akan melakukan fogging setelah tenda-tenda jamaah haji selesai terpasang di Arafah.

“Mereka berjanji akan ada upaya perbaikan sanitasi dalam kerangka ini yang nyamuk tadi, katanya akan di-fogging. Mudah-mudahan ini mengurangi risiko yang terjadi di lapangan,” ulasnya.

Pemetaan ke Armina pada Senin pagi juga menghasilkan kesimpulan bahwa toilet para jamaah haji di Mina posisinya kurang pas lantaran berada di tempat yang lebih tinggi ketimbang tenda jamaah. Hal ini juga langsung disampaikan ke pemerintah Arab Saudi untuk ditindaklanjuti.

Hal lain yang menjadi perhatian tim kesehatan adalah keberadaan eskalator di terowongan Muasim, Mina untuk membantu para jamaah haji berjalan menuju tempat melempar jumrah (jamarat). Perlu diketahui pada musim haji kemarin escalator ini memakan korban jamaah haji yang mengalami patah tulang kaki.

“Biasanya orang di eskalator kan gak jalan, begitu turun ke jalur normal kalau kita gak melangkah dan yang belakang mendorong itu ada potensi jatuh. Nah inilah yang kami sampaikan ke tim gerak cepat dan tim perlindungan jamaah untuk mewaspadai potensi kerawanan dan tim promosi preventif mulai saat ini menjelaskan ke teman-teman jamaah haji di kloter maupun sektor,” Anung menjelaskan.

(kha)
Live Streaming
Logo
breaking news x