Pengalaman Ajarkan Karbai Siapkan Sandal Cadangan

Suasana di Mina (Foto: Muhammad Saifullah)

Suasana di Mina (Foto: Muhammad Saifullah)

MAKKAH – Jelang prosesi Puncak Haji di Arafah, Mudzalifah dan Mina pada 9, 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijah, para jamaah haji telah mempersiapkan fisik dan mental, termasuk menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa ke Armina.

‘’Saya bawa sandal cadangan, jangan sampai enggak pakai alas kaki di sana,’’ ujar jamaah haji dari Kloter SUB-08, Karbai (66), di Pemondokan 910 (Hotel Manazel El Hoor2), Misfalah, Makkah.

Jamaah haji dari embarkasi Surabaya itu belajar dari pengalaman kehilangan sandal saat beribadah di Masjidil Haram. Akhirnya dia terpaksa pulang dalam kondisi kaki telanjang yang membuat kakinya kepanasan. Tak ingin kondisi serupa terulang, Karbai pun sigap menyiapkan sandal cadangan.

Selain sandal cadangan, Karbai juga berencana membawa bekal makanan. Meski pemerintah sudah menyiapkan tiga kali makan selama jamaah berada di Armina dan snack selama di Muzdalifah, dia tidak ingin mengambil risiko makanan datang telat.

‘’Walaupun makanan disediakan, saya tetap bawa bekal. Karena, di sana kan tidak seperti di hotel. Di sini, kalau enggak ada makanan, kita masih bisa cari ke tempat lain,’’ ungkapnya.

Persiapan fisik dengan mengurangi aktivitas yang banyak menyedot energi juga dilakukan para jamaah jelang Puncak Haji.

Sementara, Lukman Thaib, jamaah haji asal Lamongan, mengaku berusaha menjaga kondisi fisik dengan tidak terlalu sering beraktivitas ke ruang terbuka guna menghindari sengatan sinar matahari. Jamaah berusia 40 tahun itu baru ke Masjidil Haram saat mendekati waktu Maghrib sehingga tidak terlalu terik. ‘’Selain itu, kami persiapkan dengan berdoa memohon semoga diberi kelancaran,’’ katanya.

(Ari)
Live Streaming
Logo
breaking news x