facebook pixel

Regulasi Penggunaan Motor Listrik, Dirjen Kemenhub: Akan Ada Peraturan Menteri

Regulasi soal sepeda motor listrik di Indonesia akan dibekali dengan Peraturan Menteri (Mali/Okezone)

Regulasi soal sepeda motor listrik di Indonesia akan dibekali dengan Peraturan Menteri (Mali/Okezone)

JAKARTA - Sepeda motor listrik mulai ramai diperbincangkan di Indonesia. Melihat semakin tingginya antusias penggunaan motor tak beremisi karbon ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus menggodok regulasi penggunaannya di jalan raya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto mengatakan, aturan mengenai penggunaan sepeda motor listrik akan dibuat seperti roda dua bermesin konvensional.

"Ini masih kami kaji. Kaitan dengan regulasi sepeda motor, itu disebutkan ada yang elektrik, ada yang menggunakan bahan bakar bensin, gas, itu ada. Tinggal bagaimana disebut di situ dalam angkutan ada tonase, berat, lalu kelas (kendaraannya), atau cc-nya untuk mesin biasa. Ini yang nanti kami akan pelajari. Mungkin nanti kami keluarkan peraturan menteri tentang (hal) tadi. Di mesin biasa kapasitas mesin (centimeter cubic/cc), kalau di listrik (kilowatt/kW)," papar Pudji, Jumat (2/9/2016).

Soal waktu penerapannya, ia berupaya peraturan tentang penggunaan sepeda motor listrik bisa selesai secepatnya.

"Kami masih bahas, secepatnya. Jangan sampai payung hukum belum ada terus kemudian kebutuhan sudah mendesak. Kan hampir selalu begitu. Saya berusaha cepat, kami buat payung hukumnya. Apa yang ada di masyarakat itu bisa terlindungi," lanjut dia.

Diketahui beberapa produsen motor sudah memperkenalkan sepeda motor listriknya di Indonesia. Sebut saja Garansindo Group yang bekerjasama dengan ITS membuat skuter listrik GESITS. Lalu PT Viar Motor Indonesia juga mengenalkan skuter listrik di pameran automotif IIMS. PT Astra Honda Motor (AHM) juga mulai bekerja sama dengan kemenhub melakukan uji coba perilaku berkendara sepeda motor listrik.

(ton)
​