Image

Ternyata Pangandaran Dulunya Hamparan Laut

Pantai Pangandaran, Jawa Barat (Fitri/Okezone)

Pantai Pangandaran, Jawa Barat (Fitri/Okezone)

PANGANDARAN – Nama beberapa daerah di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, berasal dari bahasa Sangsakerta. Nama yang tersemat di daerah itu memiliki sejarah menarik untuk ditelusuri.

Seorang tokoh asal Yogyakarta yang tertarik dengan perkembangan Pangandaran, Ari Nugroho, memaparkan hasil penelusurannya.

“Saya asal dari Yogyakarta, namun saya selalu mengamati setiap perkembangan yang terjadi di Kabupaten Pangandaran karena sangat menarik untuk diamati dari berbagai aspek,” kata Ari beberapa hari lalu.

Salah satu hal yang menarik adalah sejarah Pangandaran yang konon dulunya hanya hamparan laut. “Saya menemukan referensi kalau wilayah yang sekarang menjadi Kabupaten Pangandaran awalnya merupakan hamparan laut,” tambah dia.

Kemudian sekira tahun 1825, gunung api meletus dan menutupi hamparan laut itu menjadi daratan tanah timbul dan sejak itulah ada kehidupan.

“Setelah hamparan laut tersebut menjadi daratan, salah satu lokasi tepatnya di Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, didirikan dermaga tempat pertempuran prajurit kerajaan,” paparnya.

Sejak itulah muncul beberapa nama daerah yang berasal dari bahasa Sangsakerta di antaranya Kersaratu, Cintaratu, Sukahurip, Purbahayu, Selasari dan masih banyak daerah lainnya yang memiliki arti dan makna secara filosofi dan sejarah.

“Untuk sementara saya hanya paparkan sebagian saja dan suatu saat semua sejarah yang ada kaitannya dengan Kabupaten Pangandaran akan saya beberkan secara menyeluruh,” jelas Ari.

Ia berpesan kepada masyarakat dan pemerintah agar selalu mencintai tanah air Pangandaran karena memiliki sumber daya alam yang tidak ternilai.

“Mungkin hanya beberapa orang saja yang mengetahui bahwa di daerah Cijulang dan Cimerak terdapat daerah sumber emas dan bahan batu semen, ini merupakan aset kekayaan alam yang patut disyukuri,” papar Ari.

Ia menjelaskan, pembangunan pelabuhan internasional yang berlokasi di Bojongsalawe saat ini pun ada kaitan erat dengan sejarah ratusan tahun silam. Untuk itu, pondasi pembangunan terutama di lokasi yang berdekatan dengan pantai harus semaksimal mungkin.

“Kami hanya menginformasikan saja, untuk pembangunan harus maksimal agar tahan lama lantaran postur alam di Pangandaran bermula dari hamparan laut,” pungkasnya.

(sal)
Live Streaming
Logo
breaking news x