Image

Data Membuktikan Jamaah Haji Indonesia Lebih Suka Nafar Awal

Jamaah haji Indonesia (Foto: Saifulloh/Okezone)

Jamaah haji Indonesia (Foto: Saifulloh/Okezone)

JEDDAH – Secara statistik, jamaah haji Indonesia ternyata lebih banyak yang memilih melaksanakan nafar awal ketimbang nafar tsani saat melakoni prosesi ibadah haji.

“Ternyata lebih banyak yang memilih nafar awal. 62,7% dari total jamaah haji reguler itu menempuh nafar awal, sementara sisanya 37,3% mengambil nafar tsani. Seluruhnya sekaran Alhamdulillah sudah berada di Makkah,” ujar Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin sesaat sebelum bertolak ke tanah air, Jumat (17/09/2016) waktu Arab Saudi.

Perbedaan nafar awal dan nafar tsani terletak pada lamanya melontar jumrah dan mabit di Mina. Untuk nafar awal, jemaah hanya melontar pada tanggal 10, 11 dan 12 Dzulhijah, sementara nafar tsani pada 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijah. Syaratnya untuk nafar awal di antaranya sudah harus meninggalkan Mina sebelum waktu maghrib pada 12 Dzulhijah. Jamaah yang mengambil nafar awal biasanya lantaran ada keperluan mendesak sehingga butuh memperpendek rangkaian ritual hajinya.

Dari urutan waktunya, usai wukuf di Arafah tanggal 10 Dzulhijah, jamaah haji pada malam harinya langsung bergeser ke Muzdalifah untuk prosesi mabit dan mengambil kerikil lontar jumrah. Dari sini jamaah haji memiliki opsi untuk langsung ke Masjidil Haram guna melaksanan tawaf ifadhah, sai dan tahalul kemudian pada 10 Dzulhijah baru melempar jumrah aqobah dan mabit di Mina, atau dari Muzdalifah ke Mina terlebih dulu untuk melaksanakan lempar jumrah aqobah lalu tahalul, sementara tawaf ifadhah dan sai dilaksanakan belakangan.

Safari Wukuf

Sementara itu, terkait jamaah sakit, Kementerian Agama RI memerhatikan jamaah yang kondisi fisiknya terbatas untuk menyelesaikan rukun ibadah haji melalui fasilitas safari wukuf. "Tahun ini jamaah yang disafariwukufkan jumlahnya ada sekitar 143 orang," ujar Menag.

Fasilitas safari wukuf dikhususkan bagi jamaah dengan kondisi kesehatan yang membuat mereka tidak bisa melakukan proses wukuf dengan mandiri. Sehingga petugas akan membantu membawa tubuh jamaah tersebut berkeliling menyelesaikan semua rukun haji.

"Kita safariwukufkan baik dalam keadaan berbaring maupun duduk. Sementara yang wafat kita badalhajikan, baik yang wafat di embarkasi maupun yang wafat sebelum wukuf," pungkasnya.

(kha)
Live Streaming
Logo
breaking news x