Ditarik Pungutan Liar, Wali Murid SD Mengadu

Foto: Markus/Sindo Radio

Foto: Markus/Sindo Radio

YOGYAKARTA - Sejumlah wali murid mengeluhkan pungutan liar yang dilakukan sebuah sekolah negeri di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Mereka mengadukan kasus tersebut ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta.

Seorang Wali Murid SD Model Thomas Tarigan mengungkapkan, pungutan yang dilakukan tidak memiliki dasar hukum. Sebagai sekolah negeri seharusnya tidak melakukan penarikan pungutan pada siswa.

Adapun pungutan tersebut bervariasi, yakni Rp3.350.000 untuk kelas 1, Rp2.150.000 (kelas 2), Rp2.160.000 (kelas 3), Rp1.900.000 (kelas 4), Rp2.200.000 (kelas 5), dan Rp2.950.000 (kelas 6). "Tapi di bagian SK itu, sumbangan suka rela kok diberi batasan waktu," ujar Thomas di LBH Yogyakarta Rabu (21/9/2016).

Iuran itu tercantum dalam SK bernomor 002/KS/07/2016 yang dikeluarkan oleh pihak komite sekolah. Pihaknya sudah berupaya menanyakan hal tersebut ke pihak sekolah, namun tidak mendapatkan respon. "Seharusnya tidak dilakukan penarikan,"sesalnya.

Sementara wali murid lainnya, Inayah Rohmaniyah menambahkan, selain pungutan tersebut, pihak sekolah juga menarik uang kepada wali murid untuk keperluan membeli modul pelajaran dari sekolah. "Menurut kami legalitas dasar penarikan pungutan bermasalah karena sekolah negeri tidak boleh menarik pungutan," katanya.

Untuk itu dirinya bersama 6 orang lainnya melaporkan kasus ini ke LBH, untuk memperoleh kejelasan terkait penarikan pungutan tersebut.

Pengacara publik LBH Yogyakarta, Rizky Fatahillah mengaku lembaganya baru memperoleh satu aduan tersebut. Menurut dia, komite sekolah tidak melakukan pungutan. "Kami akan melakukan advokasi pendampingan kebijakan. Dalam waktu dekat, kami akan melayangkan somasi keras kepada pihak sekolah," katanya

Ketika dikonfirmasi, Kepala TK dan SD Model Sleman, Yuliani membantah sekolahnya menarik pungutan, dan uang yang disetorkan merupakan sumbangan sukarela. SK yang dikeluarkan komite sudah tidak berlaku. "SK sudah tidak berlaku, bagi wali murid yang sudah membayar, uangnya dikumpulkan masuk kas sekolah," katanya.

(sus)
breaking news x