Mahasiswa Ciptakan Kulkas 'Ajaib' untuk Selamatkan Jutaan Nyawa

Kulkas 'ajaib' penyimpan vaksin. (Foto: BBC)

Kulkas 'ajaib' penyimpan vaksin. (Foto: BBC)

JAKARTA - Seorang mahasiswa asal Inggris bernama Will Broadway merancang sebuah kulkas berukuran kecil yang mudah dibawa ke berbagai tempat tanpa membutuhkan listrik. Istimewanya, kulkas ajaib ini berfungsi sebagai penyimpan vaksin beku untuk menyelamatkan jutaan nyawa manusia di berbagai penjuru dunia.

Will menamai temuannya itu dengan sebutan 'Isobar'. Alat ini menggunakan metode terbaru dalam mendistribusikan vaksin, terutama di negara miskin dan konflik.

"Alat ini mampu menyimpan (vaksin) dengan suhu dua sampai delapan derajat dalam kurun waktu 30 hari. Cara kerja alat ini, yakni dengan pemanasan amonia dan air sehingga menghasilkan uap amonia. Kemudian, hasil reaksi tersebut dikeluarjan ke ruang utama pendingin," jelasnya dinukil dari BBC, Kamis (22/9/2016).

Will mendapat inspirasi menciptakan Isobar saat mengunjungi Kamboja pada 2012. Kala itu, dia masih menggunakan pendingin portabel.

"Dari perjalanan itu saya jadi terdorong menemukan sesuatu untuk menyelesaikan masalah di bidang ini," sebut mahasiswa Loughborough University itu.

Alat medis, ucap Will, banyak menjadi kendala bagi negara-negara miskin yang tak mampu membelinya. Padahal, diperkirakan penemuannya dapat menyelamatkan 1,5 juta orang di seluruh dunia.

Oleh sebab itu, Will tidak memaksakan produknya untuk dipatenkan karena yang terpenting adalah alat tersebut bisa digunakan oleh orang yang membutuhkan, terutama untuk vaksinasi. Sedangkan Isobar sendiri telah memenangi The Annual James Dyson Award, sebuah penghargaan bagi siswa di seluruh dunia yang menciptakan sesuatu untuk memecahkan masalah masyarakat.

"Di samping itu, alat ini juga berpotensi untuk fungsi lainnya, seperti donor darah dan transplantasi organ. Selain itu berpotensi untuk pendingin komersial, misalnya saat melakukan perjalanan beberapa hari, dan tidak ada listrik," paparnya.

Kendati demikian, Will bersikeras bahwa pemberian vaksin merupakan fungsi utama dari penemuannya itu. "Teknologi ini diterapkan untuk hal yang tepat dan seharusnya," tandas mahasiswa jurusan desain industri dan teknologi itu. (ira)

(sus)
breaking news x