facebook pixel

McLaren Tepis Disuntik Dana oleh Apple terkait Mobil Tanpa Sopir

McLaren tepis kerja sama dengan Apple (Foto: Reuters)

McLaren tepis kerja sama dengan Apple (Foto: Reuters)

LONDON - Produsen mobil sport Inggris, McLaren, menepis adanya pembicaraan dengan perusahaan teknologi Apple terkait adanya investasi atau pembelian saham.

"Kami bisa memastikan bahwa tidak ada pembicaraan apa pun dengan Apple terkait dengan investasi," kata seorang juru bicara McLaren seperti dikutip dari Reuters, Kamis (22/9/2016).

Dilanjutkannya, sebagaimana tradisi di internal perusahaan, segala bentuk kerja sama dengan pihak lain merupakan rahasia, tidak untuk konsumsi publik.

"Seperti yang Anda ketahui, perusahaan kami memang melakukan pembicaraan secara rahasia dengan banyak merek. Tapi itu tetap rahasia," katanya, menegaskan.

Isu ini beredar setelah surat kabar The Financial Times melaporkan bahwa Apple tengah melakukan pendekatan kepada McLaren terkait peluang investasi.

Mengutip dari tiga sumber internal perusahaan, nilai investasi terhadap McLaren yang ditawarkan antara 1 miliar dan 1,5 miliar poundsterling atau antara Rp17 triliun hingga Rp25,5 triliun.

Investasi tersebut terkait upaya Apple untuk merealisasikan mobil tanpa sopir atau berteknologi otonom. Apple tampaknya menginginkan adanya transfer teknologi dengan produsen sportcar yang sudah berpengalaman di arena balap F1 itu.

Sebelumnya, Apple dilaporkan bakal menggandeng Magna Steyr untuk memproduksi mobil. Magna Steyr merupakan pabrikan automotif yang bermarkas di Austria. Produsen mobil tersebut banyak juga sudah berpengalaman bekerja sama dengan perusahaan lain, seperti Jaguar Land Rover dalam membuat suku cadang dan perakitan kendaraan. (Baca: Produksi Mobil Tanpa Sopir, McLaren Gandeng Magna Steyr)

Informasi yang dihimpun, Magna Steyr akan menyuplai mesin. Tak menutup kemungkinan keduanya juga berkolaborasi dalam desain dan pengembangan akhir mobil otonom sebelum masuk jalur produksi. Apple menargetkan peluncuran mobil listrik berteknologi otonomnya pada 2019 atau 2020.

(ton)
​