facebook pixel

Esemka Bidik Perusahaan Eropa & China Pasca-'Cerai' dengan Proton

Mobil Esemka pernah dijadikan kendaraan dinas Joko Widodo saat masih menjabat Wali Kota Surakarta (Foto: Okezone)

Mobil Esemka pernah dijadikan kendaraan dinas Joko Widodo saat masih menjabat Wali Kota Surakarta (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Adiperkasa Citra Lestari (ACL) selaku produsen mobil Esmeka menghentikan kerja sama dengan produsen automotif Malaysia, Proton Holdings Bhd.

Chief Executive Officer (CEO) ACL AM Hendropriyono, Rabu 21 September 2016 di Jakarta, mengatakan, penghentian kerja sama penelitian dan pengembangan (R&D) produk dengan Proton lebih disebabkan pada kondisi politik di Malaysia. Dampak dari kisruh politik tersebut juga dirasakan oleh produsen mobil nasional Negeri Jiran itu.

(Baca: Mahathir Mohamad Mundur dari Perusahaan Mobil Nasional Proton)

(Baca: Mahathir Mohamad Mundur, Proton di Ujung Tanduk?)

Namun, kondisi ini tidak akan menghentikan rencananya untuk terus mengembangkan Esemka. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu akan menggandeng perusahaan automotif dari negara lain. Ia pun menegaskan Esemka murni sebagai proyek swasta yang tidak melibatkan negara. Karena itu tidak ada penyebutan mobil nasional dalam proyek ini.

"Ini buatan Indonesia, tapi bukan (mobil) nasional. Kalau nasional kan harus ada dari Pemerintah. Kami yang kembangkan, swasta. Kerja sama dengan Eropa, China, Malaysia, tapi terbatas," jelas dia.

Hendro mengaku saat ini masih melakukan konsolidasi internal dan masih bersifat rahasia. Dikhawatirkan, apabila rencana lebih lanjut bocor ke publik, maka akan banyak upaya untuk menghambat pengembangan proyek tersebut.

"Kalau kita bikin pabrik apa pun di sini, pasti ada orang yang ribut karena pasarnya kita ambil,” pungkasnya.

(ton)