facebook pixel

Polisi pun Bakal Didenda jika Ngebut saat Mengejar Penjahat

Polisi di Prancis didedan jika batas langgar kecepatan (Foto: AFP)

Polisi di Prancis didedan jika batas langgar kecepatan (Foto: AFP)

PARIS - Tidak hanya masyarakat umum, polisi di Prancis pun akan dihukum denda jika melanggar batas kecepatan. Bahkan saat mereka sedang menjalankan tugas dalam kondisi darurat sekalipun.

Dalam memo yang bocor ke media massa disebutkan, seorang petinggi polisi Paris menulis, pelanggaran lalu lintas yang dilakukan polisi sudah terlalu banyak. Ada peningkatan 49 persen pelanggaran yang dilakukan polisi pada semester I-2016 dibandingkan enam bulan sebelumnya. Karena itu ia memberlakukan hukuman denda kepada petugas untuk menekan angka pelanggaran.

"Untuk pelanggaran serius, polisi yang mengemudikan kendaraan dinas pun harus diminta untuk membayar denda," kata dia seperti dilaporkan The Parisian.

Namun para polisi merespons bahwa tingginya pelanggaran lalu lintas dipicu aksi teror yang terjadi di Paris pada November 2015. Petugas harus secepat mungkin memenuhi panggilan telefon warga terkait aktivitas mencurigakan.

"Peningkatan pelanggaran lalu lintas jalan raya dalam enam bulan pertama tahun ini sebanding dengan insiden pasca-serangan teror November lalu," sanggah para polisi Paris.

Sementara itu, Deputi Sekjen Persatuan Polisi Prancis (Syndicate General de la Police-Force Ouvriere/SGP-FO) Nicole Comte, dengan tegas menolak permintaan itu.

"Kami tidak ingin mengatakan bahwa polisi berada di atas hukum, tapi kami tidak bisa meminta denda kepada petugas yang sedang menjalankan tugas. Tidak akan," tegasnya.

Hal senada diungkapkan Sekjen SGP-FO, Patrice Ribeiro. Menurut dia, merespons panggilan darurat sudah pasti harus dilakukan dengan melanggar aturan lalu lintas.

Aturan baru ini pun direspons polisi lainnya dengan membuat candaan. "Perampok bersenjata, maling, pengedar narkoba, kami mohon berhentilah ketika lampu merah jadi kami bisa menangkap Anda," celoteh seorang polisi.

(ton)
​