facebook pixel

Produsen Produk Aftermarket Incar 11 Juta Mobil yang Habis Garansinya

Bengkel resmi Mitsubishi (Okezone)

Bengkel resmi Mitsubishi (Okezone)

JAKARTA - Hingga 2020, industri produk onderdil automotif di segmen aftermarket akan mengincar 11 juta mobil penumpang yang tercatat akan habis masa garansi perawatannya.

Habisnya masa garansi perawatan menjadi peluang bagi produsen produk aftermarket, sebab beberapa pemilik mobil akan menggunakan suku cadang non-orisinal yang ditawarkan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan produk original equipment manufacturer (OEM) yang kerap ditawarkan bengkel resmi.

Peluang lain, produsen produk aftermarket juga akan memanfaatkan pertumbuhan pasar mobil bekas. Penggunaan produk aftermarket sendiri akan menjadi pilihan menggiurkan bagi para pemilik mobil.

Head of Ipsos Business Consulting Indonesia Douglas Cassidy mengatakan, pasar mobil bekas secara bertahap diprediksi akan terus tumbuh. Apalagi dengan hadirnya jaringan pemasaran mobil bekas resmi yang didirikan produsen mobil. Selain itu, sistem pembiayaannya juga semakin fleksibel.

"Di beberapa wilayah ada karakter konsumen yang lebih memilih membeli kendaraan bekas karena lebih murah dan terbatasnya kebaradaa diler resmi mobil baru di wilayah mereka tinggal,” kata Douglas di Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Ipsos Business Consulting memprediksi ada pertumbuhan populasi kendaraan yang habis masa garansinya hingga 9,7 persen per tahun pada periode 2015–2020.

Namun pemasaran produk aftermarket menghadapi kendala dengan kurangnya pengetahuan konsumen tentang kualitas suku cadang. Hal ini lantaran banyak pemilik mobil masih bergantung pada rekomendasi mekanik bengkel resmi yang kerap merekomendasikan penggunaan produk OEM.

(ton)