Indonesia Berikan Tiga Solusi Berantas Terorisme

Menlu Ri Retno Marsudi berikan tiga solusi berantas terorisme (Foto: DN India)

Menlu Ri Retno Marsudi berikan tiga solusi berantas terorisme (Foto: DN India)

NEW YORK - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi menyerukan kepada dunia internasional agar terus bersatu menumpas gerakan terorisme. Pasalnya, gerakan ekstremis dinilai semakin merebak baik di Asia, Timur Tengah, dan juga di Negara Barat. Bahkan, para teroris dalam menyebarkan paham dan ideologi mereka dinilai semakin canggih.

“Tantangan dunia dalam menghadapi ancaman dari terorisme tidak semakin kecil namun justru semakin besar" ujar Menlu RI dalam pertemuan pleno tingkat menteri ketujuh Global Counter-Terrorism Forum (GCTF) di New York, Amerika Serikat (AS), sebagaimana siaran pers Kemlu yang diperoleh Okezone, Kamis (22/9/2016)

Menghadapi hal ini, Menlu RI menegaskan komunitas internasional harus terus bersatu dalam menghadapi tantangan ekstrimisme dan terorisme yang semakin besar. Sebab, jaringan kelompok terorisme sudah lintas batas. Karena itu, dunia tidak punya pilihan kecuali terus bekerja sama.

Menurut pendapat Menlu Retno, masalah utama yang dihadapi dunia dalam konteks ekstremisme dan terorisme adalah pola pikir atau ideologi. Agama, negara, peradaban, dan etnis pastinya tidak akan menganjurkan tiap individu untuk berbuat ekstrem. Karena itu, tugas yang mesti dijalankan setiap negara adalah mengubah pola pikir dan ideologi para ekstremis.

Demi menumpas gerakan ekstremisme dan terorisme, Menlu RI memberikan tiga langkah konkret. Pertama, pemerintah perlu memberikan edukasi positif di media sosial guna meng-counter propaganda kelompok ekstremis. Apalagi, media sosial saat ini dijadikan media utama para ekstremis untuk menebar paham dan ideologi mereka.

Kedua, dunia perlu membentuk gerakan bersama yang bertujuan mendorong tindakan yang lebih moderat dan toleran. Kelompok moderat harus diberikan kesempatan untuk angkat bicara dalam berbagai forum. Menurut Menlr Retno, Indonesia selama ini telah melakukan gerakan ini dalam tingkat nasional maupun internasional.

Ketiga, selain dua solusi di atas, peran perempuan dianggap penting dalam hal ini. Sebab, sebagai ibu perempuan memegang peran kunci dalam mendidik anak. Karena itu, mereka harus terus diberdayakan untuk mendorong budaya moderat dan toleransi, sehingga dapat membentuk masyarakat yang moderat dan toleran. 

(FIK)
breaking news x