Image

Sajikan Nasi Basi, Perusahaan Katering Haji Diputus Kontrak

Ilustrasi Okezone

Ilustrasi Okezone

MAKKAH - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tegas mengawasi layanan katering bagi jamaah. Walhasil, satu perusahaan diputus kontraknya karena dinilai wanprestasi.

"Semalam kita rapat dengan 10 perusahaan katering yang tadinya 11, karena ada salah satu perusahaan yang wanprestasi melakukan kesalahan fatal," ungkap Kasie katering Daker Madinah Ahmad Abdullah Yunus, Kamis (22/09/2016).

Kesalahan penyajian katering untuk sesi pemulangan ini, menurutnya, nasi tidak layak konsumsi. Nahasnya, kejadian tersebut dilakukan 3 kali. Walhasil, PPIH harus memutuskan kontrak dengan perusahaan Zuwwar Al Mukhtarah yang sebelumnya diberi kuota katering 10.000 porsi.

"Untuk kelanjutan kuota katering yang belum diselesaikan oleh Zuwwar diberikan pada tiga perusahaan katering yang dianggap baik, dan merekapun menyanggupinya," ujar Yunus.

Pemberian jatah katering, menurutnya, mulai dipersiapkan ketika jamaah masuk gelombang kedua pemulangan. Yunus belum bisa memastikan jadwal serta bentuk spesifik makanan yang akan diberikan.

"Ini jadwalnya agak sedikit berubah, tapi tetap kami akan monitor dari Makkah dan memastikan dari perusahaan bahwa dipastikan jamaah datang jam sekian nanti kami koordinasikan," ulas Yunus.

(ulu)
Live Streaming
Logo
breaking news x