Ciptakan Game Latih Siswa Berpikir Sistematis

Foto: Android Authority

Foto: Android Authority

JAKARTA - Bermain game identik dengan sifat malas dan kerap membuat siswa kecanduan hingga lupa belajar. Padahal, di sisi lain pencipta game merupakan sosok yang cerdas dan merupakan pemikir yang sistematis.

Corporate Affairs Director Microsoft Infonesia, Ruben Hattari menyebut, generasi muda di Indonesia jangan hanya jadi konsumen teknologi. Mereka juga harus mampu berinovasi dengan menghasilkan karya, seperti game yang dapat dimainkan orang lain.

"Dari muda kenali coding sehingga bisa menjadi Bill Gates selanjutnya. Awalnya buat software, kemudian pencipta game itu berpikir secara sitematis dan logika. Mereka tahu cara berpikir strategis dan runut sampai akhirnya memecahkan suatu misi," ujarnya di Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Perkembangan karya game anak muda erat hubungannya dengan semakin diliriknya pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Math) di Tanah Air. Management Advisor Prestasi Junior Indonesia (PJI), Robert Gardiner menuturkan, pasar kerja saat ini terbuka lebar untuk mereka yang menguasai STEM.

"Kenapa SETEM penting? Lihat job market sekarang. Job market berubah. Ada kesempatan bagi perusahaan, seperti Go-jek. Sehingga kesempatan besar kuliah di bidang IT," ucapnya.

Dalam pendidikan di Selandia Baru, kata Robert, bahkan seorang guru dituntut menguasai IT. Mereka mengajar di kelas sudah menggunakan teknologi. Bidang IT pun sudah sangat spesifik, misalnya IT untuk kimia, IT untuk biologi, IT untuk sejarah, dan lain sebagainya.

"Memperoleh pekerjaan yang baik di industri STEM di masa depan sangat terbuka bahkan gajinya pun besar," sebutnya.

Salah satu peserta Microsoft YouthSpark 2016, bernama Ivan mengungkapkan, mengikuti ajang cipta game membuatnya punya banyak pengalaman. Dia pun bangga bisa menciptakan permainan yang sifatnya menyenangkan namun tetap mengedukasi.

"Kalau main game itu sudah pekerjaan sehari-hari. Jadi senang sekarang bisa buat game. Aku dan tim bikin game Maze World, mencari jalan keluar dari labirin. Tetapi, setiap kita buka pintu di labirin nanti ada pertanyaan yang harus di jawab. Isinya seputar pengetahuan umum," tukas siswa SMK Bakti Idhata Jakarta itu.

(sus)
breaking news x