Kuliah di Selandia Baru, Mahal Enggak Sih?

Foto: Shutterstock

Foto: Shutterstock

JAKARTA - Kuliah di luar negeri identik dengan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan. Oleh sebab itu, beasiswa menjadi langkah strategis untuk mewujudkan mimpi studi ke luar negeri. Di samping itu, pelajar juga harus pintar memilih negara tujuan yang memiliki biaya hidup terjangkau.

Selandia Baru menjadi salah satu pilihan negara yang memiliki kualitas pendidikan mumpuni, namun biaya hidupnya masih terjangkau.

Marketing & Strategic Relations Manager Education New Zealand, Karmela Christy mengungkapkan, nilai tukar New Zealand dolar berkisar Rp9.000 sehingga jauh lebih murah ketimbang negara lainnya.

"Kuliah di Selandia Baru cukup terjangkau. Apalagi masa studi S-1 di sana tiga tahun, S-2 bisa setahun. Jadi biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah. Dan di sana mahasiswa gampang cari kerja part time," ucapnya di Kedutaan Besar Selandia Baru, Jakarta, belum lama ini.

Bagi yang ingin kuliah menggunakan beasiswa, tersedia pula 60 beasiswa dari pemerntah Selandia Baru setiap tahunnya. Namun, ujar dia, beasiswa tersebut khusus untuk program pascasarjana.

"Yang ingin ambil beasiswa LPDP, empat universitas di sana sudah kerjasama juga," sebutnya.

Sedangkan khusus bagi mahasiswa program doktor, pemerintah Selandia Baru memberikan perlakuan khusus dengan memberikan subsidi sebagaimana mahasiswa lokal di sana. Keluarga yang diboyong saat kuliah bahkan mendapat visa untuk tinggal, serta bagi yang sudah punya anak bisa menyekolahkannya di sekolah negeri.

"Dan biaya sekolahnya gratis. Biaya PhD lokal itu hanya 5.000 sampai 6.000 dolar. Tentu ini bagi mahasiswa internasional diuntungkan, tapi khusus untuk mereka yang ambil PhD saja," imbuhnya.

(sus)
breaking news x