Game Ini Ajarkan Pemainnya Saling Tolong-Menolong

Para pemenang Miscrosoft YouthSpark 2016. (Foto: Iradhatie W/Okezone)

Para pemenang Miscrosoft YouthSpark 2016. (Foto: Iradhatie W/Okezone)

JAKARTA - Saat ini terdapat ribuan game yang bisa dimainkan untuk menghilangkan rasa bosan atau suntuk. Bahkan, beberapa di antaranya, seperti ‘Pokemon Go’ sempat booming dan membuat kecanduan para pemainnya.

Kali ini, sekelompok siswa SMK Muhammadiyah 2 Cileungsi mengangkat tema lain dalam merancang sebuah game. Berbekal ilmu yang diberikan di sekolahnya, Angga Yudha Prasetya dan keempat timnya menciptakan game yang berpegang pada prinsip tolong-menolong, yakni dari poin kelima janji Muhammadiyah.

"Nama game-nya 'Kodu Menolong Temannya yang Sedang Kelaparan'. Idenya dari poin kelima janji Muhammadiyah, yaitu rela berkorban dan menolonng sesama," ujar Angga ditemui Okezone di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, belum lama ini.

Siswa kelas XII itu menjelaskan, game buatan timnya cukup mudah dimainkan. Diceritakan Kodu sedang berjalan di tengah hutan. Kemudian bertemu dengan temannya, Cycle yang sedang kelaparan. Lantaran di rumah Kodu tak ada makanan, dia harus mencari apel di tengah hutan.

"Untuk mendapat apel di hutan itu banyak rintangannya. Sebelum mengambil apel Kodu juga harus mengumpulkan lima koin dulu. Sedangkan kalau sudah dapat poin ada musuh yang menyerang, dan harus dikalahkan," paparnya.

Angga menuturkan, setelah berhasil mengalahkan musuh barulah Kodu dapat mengambil apel. Menurut siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) itu, awalnya sulit untuk mendapat ide mengenai konsep game yang menarik.

"Lalu kita konsepkan game yang dapat mengajarkan agar anak-anak muda saling menolong tanpa melihat perbedaan atau mengharapkan imbalan," ucapnya.

Berawal dari hobi main game, Angga dan teman-temannya dapat membuktikan bahwa mereka mampu menciptakan game edukasi yang bisa dimainkan anak-anak tujuh tahun ke atas. Berkat kreativitasnya, mereka menjadi juara kedua dalam ajang Microsoft YouthSpark 2016 sekaligus membanggakan nama sekolahnya.

"Nanti ke depan saya akan pakai aplikasi ini lagi untuk membuat game lainnya. Saya rasa ajang ini baik karena bisa membuat siswa lebih kritis dalam menciptakan karya," pungkasnya. (ira)

(sus)
breaking news x