Dua Polisi Ditangkap karena Kawal Pengungsi, Belgia-Prancis Memanas

Hubungan antara Belgia dengan Prancis memanas setelah dua polisi ditangkap karena mengawal pengungsi hingga melewati perbatasan (Foto: Francois Lenoir/Reuters)

Hubungan antara Belgia dengan Prancis memanas setelah dua polisi ditangkap karena mengawal pengungsi hingga melewati perbatasan (Foto: Francois Lenoir/Reuters)

PARIS – Hubungan antara Paris dengan Brussels terancam memanas setelah dua petugas polisi asal Belgia ditangkap di Nieppe, Prancis. Akibatnya, Duta Besar Belgia untuk Prancis langsung dipanggil oleh Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve.

Kisah bermula ketika seorang sopir truk memberi tahu Kepolisian Belgia bahwa ia mendengar suara mencurigakan dari belakang truk. Ternyata, terdapat 13 orang pengungsi asal Irak dan Suriah di dalam truk tersebut.

Dua orang petugas polisi lalu mengawal 13 orang tersebut ke arah perbatasan Prancis. Kedua polisi asal Ypres itu tidak sengaja melintasi garis perbatasan sejauh 50 meter di Nieppe, Prancis. Alhasil, keduanya ditangkap oleh Kepolisian Prancis dan diintegorasi selama tiga-lima jam di Markas Besar Polisi di Armentiere. Serikat Polisi Belgia marah besar atas insiden tersebut.

“Ketika Anda tahu mereka menghabiskan empat jam tanpa didampingi pengacara dan penerjemah, Prancis harusnya sadar bahwa mereka adalah orang Flemish (warga Belgia yang berbahasa Belanda) karena ada tiga bahasa resmi di sini. Kami juga tidak mendapat salinan pernyataan penangkapan mereka,” ujar juru bicara serikat tersebut, seperti dimuat Russia Today, Jumat (23/9/2016).

Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve langsung memanggil Duta Besar Belgia untuk menyampaikan keluhan terhadap insiden tersebut. Cazeneuve juga mendiskusikan masalah tersebut dengan Menteri Dalam Negeri Belgia Jan Jambon.

Pasukan keamanan Belgia menetapkan kontrol perbatasan baru dengan Prancis. Mereka kadang harus menjemput para pengungsi dan mengawalnya kembali ke wilayah perbatasan. Tetapi, tidak pernah sampai ke seberang perbatasan, atau masuk ke wilayah Prancis seperti yang terjadi pada Selasa 20 September 2016 tersebut.

(war)
breaking news x