Puluhan Masjid di Myanmar Terancam Digusur

Salah satu masjid di Negara Bagian Rakhine yang terancam digusur (Foto: Damir Sagolj/Reuters)

Salah satu masjid di Negara Bagian Rakhine yang terancam digusur (Foto: Damir Sagolj/Reuters)

RAKHINE – Warga Muslim Myanmar di Negara Bagian Rakhine akhir-akhir ini tidak bisa menikmati hidupnya dengan tenang. Sebab, seorang pejabat setempat mengumumkan akan meratakan puluhan masjid, 35 sekolah, dan sekira 2.500 rumah mereka dengan tanah.

Pengumuman itu disampaikan lewat jurnal online milik pemerintah Negara Bagian Rakhine. Mengutip pejabat setempat, Kolonel Htein Lin, bangunan-bangunan di Maungdaw dan Buthidaung -wilayah mayoritas Muslim- tersebut masuk ke dalam rencana penggusuran.

Pengumuman itu ditentang oleh Juru Bicara Partai Liga Nasional Demokratik (NLD) Win Htein. Pemerintah Arakan diingatkan agar tidak bertindak di luar batas dengan melakukan penggusuran tersebut.

“Itu melawan regulasi dan peraturan yang berlaku. Mereka tidak punya wewenang untuk menghancurkan masjid-masjid,” ujar pria asal Meiktila itu, seperti dimuat Time, Jumat (23/9/2016).

Negara Bagian Rakhine menjadi saksi bisu kerusuhan berdarah antara umat Buddha dengan Islam pada 2012. Sejak itu, tensi antara kedua umat beragama tersebut memanas. Lebih dari 100 orang tewas dan 140 ribu lainnya terpaksa mengungsi akibat kekerasan tersebut.

Warga yang paling menderita adalah Muslim Rohingya. Bagi warga Myanmar, mereka adalah imigran ilegal yang berasal dari Bangladesh. Sementara di Bangladesh, keberadaan mereka tidak diakui oleh negara.

Pengumuman tersebut muncul setelah tokoh nomor satu Myanmar, Aung San Suu Kyi, berpidato di hadapan peserta Sidang Tahunan Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS). Perempuan berusia 71 tahun itu sadar Negeri Seribu Pagoda menjadi sorotan dunia atas kekerasan terhadap Muslim Rohingya. Suu Kyi bahkan berterima kasih atas inisiatif PBB untuk mengatasi masalah tersebut.

(war)
breaking news x