Netanyahu Undang Presiden Palestina Pidato di Parlemen Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengundang Presiden Palestina Mahmoud Abbas berpidato di Knesset (Foto: Carlo Allegri/Reuters)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengundang Presiden Palestina Mahmoud Abbas berpidato di Knesset (Foto: Carlo Allegri/Reuters)

NEW YORK – Sidang Tahunan Majelis Umum PBB mulai memanas. Sebab, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri (PM) Israel saling menyerang dalam pidato masing-masing di Markas PBB di New York, Amerika Serikat (AS).

Mahmoud Abbas menyampaikan harapannya agar pendudukan Israel di Palestina berakhir pada 2017. Netanyahu yang mendapat giliran berpidato setelah Abbas, mengundang pengganti Yasser Arafat itu untuk berpidato di hadapan Knesset –Parlemen Israel.

“Presiden Abbas, daripada berpidato melawan Israel di PBB di New York, saya mengundang Anda berbicara kepada orang-orang Israel di Knesset di Yerusalem. Saya akan sangat senang jika dapat berbicara kepada Parlemen Palestina di Ramallah,” ucap Netanyahu, seperti dimuat BBC, Jumat (23/9/2016).

“Saya siap bernegosiasi mengenai apa pun, tetapi satu yang tidak akan pernah saya negosiasikan: hak berdiri satu-satunya negara Yahudi,” tegas pemimpin Partai Likud itu.

Otoritas Palestina (PA) berkali-kali menolak tawaran Bibi –sapaan akrab Netanyahu- untuk mengadakan pertemuan. PA beralasan, sikap keras Netanyahu tidak akan berkontribusi banyak pada progres perdamaian antara Israel dengan Palestina.

Negosiasi untuk mencapai two state solutions pernah diadakan oleh AS pada 2014. Namun, negosiasi tersebut berujung jalan buntu. Kini, Rusia mengajukan diri untuk menjadi mediator antara Palestina dengan Israel.

(war)
breaking news x