Paus Fransiskus: Jurnalisme Berdasarkan Gosip adalah Bentuk Terorisme

Paus Fransiskus menganggap penyebaran gosip sebagai bentuk terorisme (Foto: Remo Casilli/Reuters)

Paus Fransiskus menganggap penyebaran gosip sebagai bentuk terorisme (Foto: Remo Casilli/Reuters)

VATIKAN – Paus Fransiskus menyampaikan kekhawatirannya terhadap produk jurnalistik yang didasarkan pada rumor atau gosip. Jurnalisme semacam itu disebut sebagai bentuk terorisme. Media tidak seharusnya menempelkan cap buruk atau memicu ketakutan terhadap para pengungsi.

Komentar tersebut disampaikan pria asal Argentina itu di hadapan para pemimpin serikat jurnalis Italia di Vatikan. Paus Fransiskus meminta para reporter untuk lebih menggali kebenaran di era perputaran informasi yang tiada hentinya ini.

“Menyebarkan rumor adalah contoh terorisme karena Anda bisa membunuh seseorang dengan lidah Anda. Hal ini bahkan lebih cocok bagi para jurnalis karena suara mereka bisa didengar siapa pun dan itu adalah senjata yang ampuh,” ujar Sri Paus, seperti dimuat Reuters, Jumat (23/9/2016).

Di Italia, sejumlah harian sering dipakai untuk kepentingan politik dan sering digunakan untuk mendiskreditkan mereka yang berbeda pandangan. Terkadang kehidupan pribadi seseorang diulas tanpa ada hubungannya dengan rumor yang tengah berkembang.

Sebagai contoh, media milik mantan Perdana Menteri (PM) Silvio Berlusconi pernah disorot oleh serikat jurnalis karena menulis berita miring mengenai hakim yang menyelidiki perusahaan milik pria asal Milan itu pada 2009. Kehidupan pribadi hakim itu dikupas habis-habisan hingga hal-hal tidak penting seperti cara berpakaian dan gerak-geriknya.

Paus Fransiskus secara khusus menyoroti pemberitaan media-media Negeri Pizza mengenai kehadiran imigran dan pengungsi. Pria bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu ingin agar jurnalisme tidak digunakan sebagai senjata penghancur melawan seseorang atau bahkan umat manusia.

(war)
breaking news x