Legislator AS Tuduh Rusia Ingin Ganggu Pilpres

Presiden Rusia Vladimir Putin diminta menghentikan gangguan terhadap pemilihan presiden AS (Foto: Maxim Shemetov/Reuters)

Presiden Rusia Vladimir Putin diminta menghentikan gangguan terhadap pemilihan presiden AS (Foto: Maxim Shemetov/Reuters)

WASHINGTON – Dua legislator asal Partai Demokrat (Senator Dianne Feinstein dan anggota DPR Adam Schiff) menuduh Rusia berusaha mengganggu pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) pada 8 November 2016. Keduanya meminta Presiden Vladimir Putin untuk menghentikan gangguan tersebut.

“Berdasarkan instruksi yang kami terima, kami menyimpulkan badan intelijen Rusia tengah melakukan langkah dan upaya serius untuk mengganggu pemilihan presiden AS,” sebut keduanya dalam pernyataan bersama, sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (23/9/2016).

Mereka menyebut tindakan itu dilakukan Negeri Beruang Merah untuk menyebarkan keraguan tentang keamanan pemilihan presiden AS. Perintah semacam itu hanya bisa dikeluarkan oleh pejabat-pejabat senior di pemerintahan Rusia.

“Kami meminta Presiden Putin untuk segera memerintahkan penghentian aktivitas tersebut. Amerika tidak akan membiarkan pemerintah asing mengganggu pemilihan presiden. Kami berharap seluruh Amerika berdiri bersama kami dan menolak upaya Rusia,” sambung pernyataan tersebut.

Sejumlah tokoh di pemerintahan Presiden Barack Obama menuduh kelompok yang menamakan diri mereka DC Leaks berupaya mengganggu jalannya pemilihan. Namun, pihak Washington tidak secara langsung menyalahkan pemerintah Rusia dalam serangkaian aksi peretasan dan pembajakan.

Rusia berkali-kali menolak tuduhan-tuduhan tersebut. Moskow menyatakan diri netral dalam pemilihan presiden. Vladimir Putin bahkan mengaku siap bekerja sama dengan siapa pun Presiden AS berikutnya pengganti Barack Obama, baik itu Hillary Clinton mau pun Donald Trump.

(war)
breaking news x