Gencatan Senjata Berakhir, Militer Suriah Kembali Gempur Aleppo

Salah satu sudut Aleppo yang hancur diterjang serangan udara setelah gencatan senjata berakhir (Foto: Anadolu)

Salah satu sudut Aleppo yang hancur diterjang serangan udara setelah gencatan senjata berakhir (Foto: Anadolu)

ALEPPO – Militer Suriah mengumumkan kembali serangan udara di timur Aleppo setelah gencatan senjata yang diinisiasi Amerika Serikat (AS) dan Rusia habis masa berlakunya. Wilayah timur Aleppo diketahui dikuasai oleh pasukan pemberontak.

Militer Suriah meminta agar para penduduk sebisanya mungkin menghindari area-area yang diduduki oleh pasukan pemberontak Suriah. Warga bisa mengungsi ke pos penjagaan dengan pengawalan dari pasukan pemerintah.

“Komando mengumumnya dimulainya operasi di timur Aleppo. Kami mohon saudara-saudara sekalian mejauh dari area di mana teroris beroperasi. Anda bisa mengungsi ke pos penjagaan di bawah pengawalan militer,” bunyi pengumuman tersebut, seperti dimuat The Guardian, Jumat (23/9/2016).

Berakhirnya gencatan senjata Suriah menimbulkan pertanyaan besar kepada kedua inisiator, AS dan Rusia. Pengumuman dibuat di tengah pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS John Kerry dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di New York. Pertemuan sedianya ditujukan untuk membahas upaya-upaya lanjutan setelah gencatan senajata berakhir.

Tak berapa lama setelah pengumuman tersebut, warga Aleppo mengatakan serangan udara dilakukan sepanjang Rabu 21 September hingga Kamis 22 September 2016 sore waktu setempat. Puluhan orang tewas akibat serangan udara tersebut.

(war)
breaking news x