Tembak Pria Tak Bersenjata, Polwan AS Didakwa Lakukan Pembunuhan

Foto Polwan Shelby serta potongan gambar ketika ia hendak menembak Crutcher (Foto: Associated Press)

Foto Polwan Shelby serta potongan gambar ketika ia hendak menembak Crutcher (Foto: Associated Press)

TULSA – Seorang polisi wanita (Polwan) di Oklahoma, Amerika Serikat (AS) didakwa melakukan pembunuhan usai menembak mati pria berkulit hitam yang tidak bersenjata. Insiden penembakan ini terjadi pada 16 September.

Dilaporkan, dakwaan terhadap Betty Shelby dibacakan oleh Jaksa Wilayah Tulsa, Steve Kurnzweiler. Ia mengatakan, Shelby melakukan hal yang tidak masuk akal dan menyebabkan tewasnya Terence Crutcher (40).

“Ia (Shelby) bertindak tidak masuk akal dalam situasi konfrontasi dengan Tuan Crutcher yang tidak memberikan respons terhadap perintah verbal dan berjalan menjauh dari Shelby dengan tangan (Crutcher menghadap) ke atas, (melihat hal itu Shelby) menjadi emosi hingga ke tingkat ia bereaksi secara berlebihan (menembak Crutcher,” tulis surat dakwaan terhadap Shelby, sebagaimana dikutip dari Associated Press, Jumat (23/9/2016).

Insiden ini sendiri berawal ketika polwan tersebut menghampiri Crutcher yang sedang berada di dekat mobilnya yang mogok. Namun, ketika diperintahkan untuk tidak bergerak, Crutcher berjalan menjauh dari sang polwan dengan posisi tangan pria kulit hitam itu mengarah ke atas. Ketika Crutcher hendak mendekati pintu mobilnya, mendadak Shelby menyetrum pria itu dengan pistol kejut dan dilanjutkan dengan menembaknya hingga ia tewas.

Kurnzweiler menuturkan, perintah penangkapan terhadap Shelby sudah dikeluarkan serta pengaturan telah dibuat agar polwan itu menyerah secara sukarela. Mendengar pengumuman penangkapan Shelby, para pengacara dari keluarga Crutcher menyampaikan mereka senang dengan dakwaan dari pihak kejaksaan.

Dilaporkan, jika terbukti bersalah oleh pengadilan, Shelby terancam dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun.

(emj)
breaking news x