Demonstran yang Ditembak dalam Protes Charlotte Tewas

Polisi dengan perlengkapan antihuru-hara melakukan penjagaan dalam demonstrasi di Charlotte, 20 September 2016. (Foto: Reuters)

Polisi dengan perlengkapan antihuru-hara melakukan penjagaan dalam demonstrasi di Charlotte, 20 September 2016. (Foto: Reuters)

CHARLOTTE – Seorang pria yang ditembak dalam unjuk rasa memprotes penembakan warga kulit hitam di Charlotte, North Carolina, Amerika Serikat (AS), meninggal dunia. Justin Carr ditembak di dekat Hotel Omni , Charlotte, pada Rabu 21 September 2016 pukul 20.30 waktu setempat.

Semula Pemerintah Kota Charlotte melalui akun Twitter resminya mengabarkan pria berusia 26 tahun itu tewas, namun kemudian mengoreksinya dengan menyebutkan Carr dalam keadaan kritis. Laporan polisi yang dilansir dari Charlotte Observer, Jumat (23/9/2016),  menyebutkan Carr ditembak di bagian kepala dan dilarikan ke Rumah Sakit Carolina Medical Center, lalu mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis 22 September.

Polisi dan Pemerintah Kota Charlotte mengatakan, pelaku penembakan adalah warga sipil lain yang ikut dalam unjuk rasa yang berujung protes pada Rabu malam. Akan tetapi, beberapa demonstran membantah pernyataan tersebut dan menuduh polisi bertanggung jawab atas tewasnya Carr.

“Tanpa keraguan, bisa saya katakan tidak ada tembakan. Ada perbedaan yang jelas antara suara tembakan atau ledakan granat pengejut dengan suara tembakan atau peluru karet,” kata seorang demonstran bernama Jimmy James Tyson kepada Russia Today.

Sedangkan Todd Zimmer, seorang pria yang mengklaim berdiri di sebelah Carr saat tertembak mengatakan dirinya yakin demonstran itu terkena tembakan peluru karet atau tabung gas air mata. Melalui post di Facebook, Zimmer bahkan menyatakan memiliki bukti video saat polisi menembakkan ke arah kerumunan beberapa detik sebelum Carr roboh. Belum ada komentar dari Kepolisian Charlotte-Mecklenburg terkait tuduhan ini, namun mereka menyatakan penyelidikan tengah berlangsung.

(dka)
breaking news x