Perahu Imigran Mesir Terbalik, 162 Orang Tewas

Tim SAR mengangkut salah satu jenazah dari 162 orang korban tewas (Foto: Mohamed Abd El Ghany/Reuters)

Tim SAR mengangkut salah satu jenazah dari 162 orang korban tewas (Foto: Mohamed Abd El Ghany/Reuters)

ROSETTA – Satu unit kapal yang mengangkut sekira 600 orang imigran terbalik di Laut Mediterrania pada Rabu 21 September 2016. Kapal terbalik hanya 12 kilometer (km) setelah berangkat dari sebuah pelabuhan di Rosetta, Mesir.

Awalnya, pihak penyidik menyebut korban tewas hanya sejumlah 29 orang. Namun, hingga Jumat (23/9), jumlah korban tewas mencapai 162 orang. Tim SAR juga masih melakukan pencarian di sekitar lokasi terbaliknya kapal di lepas pantai tersebut.

Sebagian besar dari korban tewas adalah perempuan dan anak-anak yang tidak mampu berenang ketika kapal tenggelam. Sekira 150 orang imigran berhasil diselamatkan. Kementerian Kesehatan Mesir menyebut para penumpang kapal sebagai imigran ilegal.

Komisioner PBB untuk Pengungsi, UNHCR, yakin kapal tersebut dipadati oleh sekira 450 orang. Sementara, kantor berita Mesr, MENA, melaporkan sedikitnya 600 orang berada dalam kapal nahas tersebut. Mayoritas imigran berasal dari Mesir, Sudan, Somalia, dan Eritrea.

“UNHCR sangat berduka atas meninggalnya ratusan orang dalam insiden perahu terbalik di Laut Mediterrania,” tutur UNHCR dalam pernyataannya, sebagaimana dikutip Sky News, Jumat (23/9/2016).

Otoritas Mesir berhasil menahan empat orang kru kapal tersebut. Mereka dijatuhi dakwaan pembunuhan serta perdagangan manusia. Para petugas jaga di perbatasan Uni Eropa (UE) mengingatkan, sejumlah besar imigran yang ingin masuk ke Eropa sekarang menggunakan Mesir sebagai titik keberangkatan lewat Laut Mediterrania.

Lebih dari 300 ribu imigran telah menyeberangi Laut Mediterrania sepanjang 2016 lewat berbagai titik keberangkatan, dengan Mesir serta Libya sebagai titik tolak favorit. Angka tersebut menurun dari 520 ribu orang yang berusaha mencapai Benua Biru pada sembilan bulan pertama 2015. Menurut PBB, lebih dari 10 ribu orang tewas tenggelam di Laut Mediterrania sejak 2014.

(war)
breaking news x