TNI Curigai Ada Mata-Mata Abu Sayyaf di Indonesia, Pengamat: Itu Wajar!

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA – Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI, Soleman B. Ponto mengaku wajar atas kecurigaan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmanto bahwa kelompok bersenjata Abu Sayyaf memiliki informan alias mata-mata di wilayah Indonesia.

“Sangat wajar, panglima memiliki kecurigaan itu (kelompok Abu Sayyaf memiliki informan),” katanya kepada, Okezone. Jumat (24/9/2016).

Justru, jika Panglima TNI tidak memiliki kecurigaan itu dinilai sangat aneh, pasalnya kelompok militan Abu Sayyaf dengan mudah beberapa kali melakukan penyanderaan terhadap warga negara Indonesia yang melintas di peraliaran Sulu Filipina.

“Justru akan sangat aneh jika tidak ada kecurigaan, itu enggak normal itu,” tuturnya.

Ponto menjelaskan, ciri-ciri informan biasanya tidak bisa diindetifikasi secara kasat mata, menurutnya seorang informan bisa ada di mana saja dan siapa saja. “Tidak bisa (ciri-cirinya seperti apa), misi mata-mata sangat rahasia, (mata-mata) bisa jadi ini, jadi itu, mereka nyaru,” jelasnya.

Akan tetapi, jika pemerintah sudah menyadari bahwa adanya mata-mata yang bekerja untuk perompak kelompok Abu Sayyaf, diharapkan pemerintah segera mengambil tindakan. Sehingga tidak kembali terjadi adanya penyanderaan terhadap warga negara Indonesia yang melintas di perairan tersebut.

“Kalau sudah kita sadari itu ya harus amankan diri sendiri, harus mewaspadai bahwa ada mata-mata,” tutupnya.

Sebagaimana diberitakan, Jendral Gatot mencurigai adanya mata-mata yang bekerja untuk Abu Sayyaf , pasalnya pada saat melakukan aksinya kelompok bersenjata Abu Sayyaf terkesan sangat mudah saat melakukan penyanderaan terhadap warga negara Indonesia.

“Ini semua sedang diadakan penyelidikan tapi logika berfikirnya bisa tau ada kapal berangkat dan kembali berarti ada informasi. Dan informasi itu bisa saja pelayanan kan menginformnasikan kemana, suatu hal yang mudah saja itu,” tutur Gatot di Mabes TNI.

(kha)
breaking news x