Mensos: E-Warong Diharapkan Putus Mata Rantai Rentenir

(Foto: Syaiful Islam/Okezone)

(Foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA - Maraknya praktik rentenir di kalangan masyarakat, tentu banyak dikeluhkan warga. Sebab, bunga yang ditawarkan pada masyarakat sangat tinggi, bila meminjam uang pada rentenir.

Untuk memutus mata rantai rentenir yang mencekik masyarakat, Kementerian Sosial (Kemensos) pun meluncurkan e-Warong Kube PKH. Hingga saat ini, sudah ada 32 e-Warong yang didirikan di seluruh Indonesia. Targetnya, dalam tahun 2016 sebanyak 300 e-Warong terbentuk.

"Dengan adanya e-Warong, diharapkan bisa memutuskan mata rantai rentenir. Ini bisa menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi penerima PKH karena pengelola e-Warong adalah penerima PKH," terang Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, usai meluncurkan e-Warong Kube PKH di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jumat (23/9/2016).

Menurut Khofifah, penerima PKH adalah 8 persen masyarakat dengan status sosial ekonomi terendah. Mereka akan bisa mendapatkan keuntungan perkilo gula dan beras senilai Rp500.

Bila dihitung kalau misalnya 1.000 penerima PKH di satu e-Warong, maka paling tidak penghasilannya senilai Rp6 juta perbulan.

"Saya akan mendorong proses percepatan pembuatan e-Warong di daerah-daerah. Memang tidak bisa dibentuk secara serentak, melainkan bertahap. Untuk tahun ini, kami targetkan 300 e-Warong," paparnya.

Selain memotong mata rantai rentenir, sambung Khofifah, e-Warong juga untuk mengantisipasi adanya penyimpangan dalam penyaluran bantuan. Sehingga bantuan yang diberikan pemerintah tepat sasaran, jumlah yang pas dan berkualitas.

"Jadi kalau misalnya, ada raskin ternyata berkutu, berjamur, berwarna kecoklatan itu bisa kita putus kalau kita sudah berbasis elektronik warong," tandas Khofifah.

(aky)
breaking news x