Wiranto Pastikan Sisa WNI Sandera Abu Sayyaf Bebas Secepatnya

JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto mengonfirmasi kembali bebasnya satu WNI sandera Abu Sayyaf, yakni Herman bin Manggak, kapten kapal yang ditawan dari Sandakan, Sabah, Malaysia, 3 Agustus 2016. Dengan demikian, sejak pekan lalu ada empat sandera WNI yang berhasil di bebaskan.

"Ya,ya, ya bebas lagi satu. Yang kapten di kapal Malaysia," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (23/9/2016).

Dengan bebasnya Herman, WNI sandera yang ditawan kelompok teroris Abu Sayyaf tersisa lima orang. Wiranto menyebut pembebasan kelima sandera ini akan dilakukan bersama-sama dan diperkirakan tak akan membutuhkan waktu lama.

"Pulangnya sama-sama, masih dalam proses, dalam waktu dekat ini pulang. Enggak sampai mingguan," ujar dia.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebut proses pembebasan sejumlah sandera tersebut relatif tanpa hambatan karena hubungan baik pemerintah Indonesia dan Filipina. Ia juga membantah adanya dugaan pemberian tebusan terkait pembebasan ini.

"Enggak ada, ini enggak ada tebusan, karena proses lobi, proses approach yang ditangani, karena kesepahaman antara (Presiden) Jokowi dan (Presiden Filipina Rodrigo) Duterte," kata Pramono, Selasa, 20 September 2016 lalu.

(fas)
breaking news x