Mensos Serahkan Dana Kompensasi Warga Eks Timor Timur

Mensos Khofifah Indar Parawansa (Foto: Ilustrasi)

Mensos Khofifah Indar Parawansa (Foto: Ilustrasi)

SURABAYA – Sebanyak 24 Kepala Keluarga (KK) warga eks Timtim yang tinggal di Kota Kediri, Jawa Timur mendapat dana kompensasi dari pemerintah. Setiap KK menerima bantuan senilai Rp10 juta.

Pemberian kompensasi yang merupakan pertama kali di Indonesia ini dilakukan oleh Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa, saat kunjungan kerja di kota tahu (sebutan kota kediri) pada Jumat (23/9/2016).

Pencairan dana kompensasi itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2016. Di mana pembagian dana kompensasi sudah final, sehingga nantinya tidak ada lagi warga eks Timtim menuntut pemerintah.

“Warga eks Timtim yang dapat dana kompensasi kali ini, yang tinggal di luar NTT. Sebab, warga eks Timtim yang ada di NTT pernah mendapat dana kompensasi. Adapun dana kompensasi yang diterima warga eks Timtim kali ini nilainya Rp10 juta,” terang Khofifah.

Menurut Khofifah, sebanyak 27 800 warga eks Timtim yang sudah tervalidasi datanya. Verifikasi sendiri dilakukan oleh Kemendagri, sedangkan validasinya oleh BPKP dan Kemenko PMK. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah.

“Kemudian baru Kemensos yang ditugasi untuk mendistribusikan bantuan. Di Kota Kediri ada 24 KK warga eks Timtim. Hari ini mereka mendapat dana kompensasi, dan ini merupakan pertama kali dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya mengimbau pada warga eks Timtim di luar NTT yang belum masuk, maka segera melapor pada Dispendukcapil paling lambat akhir Oktober. Selanjutnya akan diverifikasi dan divalidasi oleh Kemenko PMK dan BPKP.

“Sehingga tanggal 9 Desember proses pencairannya rampung semua agar LPj-nya juga bisa tuntas. Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat bagi warga eks Timtim, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan mereka,” tukasnya.

 
Di Jawa Timur dana sebesar Rp30,8 miliar akan diberikan kepada penduduk eks Timtim yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Bantuan tunai tersebut tidak akan hilang meski KK penerima bantuan kompensasi meninggal, karena kompensasi dapat diberikan kepada ahli waris sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain mencairkan dana bantuan kepada penduduk eks Timtim, Mensos meresmikan Elektronik Warung Gotong Royong (E-warong) dan pencairan dana PKH di Kediri dan Madiun yang direncanakan akan dilaksanakan Sabtu 24 September 2016.

E-warong adalah upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia, supaya para penerima PKH bisa diajak mandiri. Apalagi, para penerima PKH dapat bertransaksi secara nontunai di E-warong yang sudah ditentukan.

(Ari)
breaking news x