Saksi Ahli Psikolog Jessica Tak Diakui UI

Sidang Jessica (Foto: Ilustrasi)

Sidang Jessica (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA - Saksi psikolog yang dihadirkan tim kuasa hukum Jessica ‎Kumala Wongso, yakni Dewi Taviana Walida Haroen di persidangan kasus pembunuhan Mirna Wayan Salihin, bukanlah ahli dari Fakultas Psikologi UI.

Hal itu dikatakan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Dr. Tjut Rifameutia Umar Ali dalam keterangannya, Jumat (23/9/2016).

‎"Yang bersangkutan bukanlah staf pengajar, peneliti ataupun psikolog yang terafiliasi dengan Universitas Indonesia," tegas Tia.

Kata dia, hal tersebut perlu diluruskan karena banyak keluhan dan mempertanyakan status Dewi Taviana Walida yang disebut sebagai ahli psikolog politik Fakultas Psikologi UI.

"Dia masuk pendidikan dengan nama Dewi Taviana Walida pada program S1 tahun 1984 dan memperoleh gelar Sarjana Psikologi pada tahun 1991. Tapi, yang bersangkutan tak pernah bekerja di lingkungan Fakultas Psikologi UI," sambungnya.

"Kami pun tidak bisa memberikan jaminan apakah yang bersangkutan memiliki kualifikasi yang bisa dipertanggungjawabkan dalam bidang Psikologi Politik," tegasnya.

Oleh karena itu, kata dia, Fakultas Psikologi UI sangat berkeberatan apabila Dewi Taviana disebutkan sebagai Ahli Psikologi Politik dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Ia menambahkan agar masyarakat lebih paham, dahulu program S1 sampai menjadi psikolog. Tapi saat ini, program S1 hanya menjadi Sarjana Psikologi. Kemudian, untuk menjadi psikolog tentu harus menempuh pendidikan di jenjang S2 (Magister).

"Lalu, sebutan psikolog diberikan oleh asosiasi Psikologi yaitu HIMPSI, dan surat izin praktik diterbitkan oleh HIMPSI," jelasnya.

Ia pun tidak mengetahui, apakah Dewi Taviana yang jadi saksi tim Jessica sudah memiliki surat izin praktik dari HIMPSI atau belum. Namun, surat izin praktik ini apabila ia berpraktik perlu diperbaharui karena ada masanya.

"Ada beberapa keahlian antara lain, Klinis Anak, Klinis Dewasa, Psikolog Sekolah, Psikolog Industri, dan Organisasi serta Psikolog Forensik," pungkasnya.

(Ari)
breaking news x